09 Apr 2026 | Dilihat: 481 Kali

Terungkap Saat Musrenbang, Kemiskinan di Bireuen Turun 1,8 Persen

noeh21
Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, Anggota DPR Aceh Dapil Kabupaten Bireuen, Saifuddin Muhammad pada acara Musrenbang RKPK Bireuen tahun 2027. Foto: IJN/Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Kabar positif datang dari Kabupaten Bireuen. Tingkat kemiskinan tercatat mengalami penurunan, menjadi salah satu capaian penting yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPK Bireuen Tahun 2027 yang dibuka oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, ST, MT, di Aula Hotel Fajar, Kamis, 9 April 2026.
 
Dalam forum yang dihadiri unsur legislatif, Forkopimda, pejabat daerah, akademisi, hingga tokoh masyarakat tersebut, pemerintah daerah memaparkan sejumlah indikator pembangunan tahun 2025 yang menunjukkan tren positif, termasuk penurunan angka kemiskinan menjadi 10,3 persen atau turun sebesar 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Razuardi menyampaikan, penurunan angka kemiskinan ini merupakan hasil dari berbagai program yang mulai menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat. 
 
Wakil Bupati Bireuen, menegaskan fokus utama pembangunan meliputi penanganan dan pemulihan pascabencana secara berkelanjutan, Penguatan mitigasi bencana dalam setiap program Peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
 
Selain penurunan kemiskinan, indikator lain juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Bireuen tercatat sebesar 3,26 persen, berada di atas rata-rata Aceh. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,82 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat provinsi maupun nasional. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mencapai 76,25, melampaui rata-rata Aceh dan nasional.
 
Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momentum strategis untuk memastikan arah pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
 
Senada dengan itu, Anggota DPRA Dapil Kabupaten Bireuen, Saifuddin Muhammad, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif, terutama dalam menghadapi tantangan pascabencana yang turut mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.
 
Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh, Dr. Husnan ST, MP, mengungkapkan bahwa alokasi dana transfer ke daerah (TKD) untuk Kabupaten Bireuen mencapai sekitar 13 persen, dengan fokus utama pada pemulihan pascabencana dan penguatan ekonomi masyarakat.
 
Ketua panitia pelaksana, Dailami, S.Hut, M.Ling, menjelaskan bahwa Musrenbang menjadi tahapan krusial dalam penyusunan rencana pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, dengan dasar hukum sejumlah regulasi nasional dan daerah.

 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin