12 Ags 2023 | Dilihat: 624 Kali
Tim PKM-RSH UTU sharing bersama Kader Posyandu Tentang Program Stunting di Desa Langung
Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH) Universitas Teuku Umar (UTU) yang terdiri dua tim melakukan sharing bersama kader Posyandu di desa Langung, Aceh Barat, terkait program stunting. Foto. Nurdiana Putri/IndoJayaNews
IJN - Meulaboh | Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH) Universitas Teuku Umar (UTU) yang terdiri dua tim melakukan sharing bersama kader Posyandu di desa Langung, Aceh Barat, terkait program stunting.
Shinta dan Siti bersama tim melakukan penelitian tentang program penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Barat dengan fokus dua desa yakni langung dan padang mancang.
Penelitian yang dilakukan yaitu tentang social judgement masyarakat dan infrastruktur komunikasi yang dilakukan dalam program tersebut.
Dalam kegiatan sharing tersebut, kader Posyandu melakukan upaya pencegahan stunting dengan rutin membuat kelas diskusi bersama ibu hamil yang ada di desa.
Bahkan, Siti menjelaskan, kelas itu di buka untuk menampung keluhan yang di alami oleh ibu hamil, serta mengontrol makanan yang di konsumsi oleh ibu hamil.
"Sharing ini penting untuk dilakukan karena ibu hamil juga menjadi sasaran dari program penurunan prevalensi stunting, jadi bukan hanya fokus perhatian kita pada anak stunting saja, memang ada baik nya sebelum anak lahir juga harus di perhatikan gizi ibu nya agar anak yang di lahirkan dalam keadaan sehat,"jelasnya.
Baca juga : Qausar Harta Yudana dan Masayu Clara Dikaruniai Dua Anak Laki-laki Kembar
Dalam sharing tersebut, Siti menyebut, tim PKM-RSH UTU juga mencatat jaringan komunikasi yang di lakukan di desa, sebagai objek riset yang nantinya akan di lihat bagaimana aparatur Desa bersama dengan kader dalam mengkomunikasikan program stunting, serta informasi mengenai stunting kepada masyarakat.
"Harapannya dengan adanya riset terkait pandangan sosial masyarakat tentang program stunting dan informasi mengenai stunting, serta jaringan komunikasi yang kami temukan, diharapkan dapat memberikan solusi serta rekomendasi untuk keberlanjutan program agar dapat berjalan dengan lebih lancar lagi kedepannya," demikian tutup Shinta.
Penulis : Nurdiana Putri
Editor: Redaksi