13 Ags 2026 | Dilihat: 50 Kali

Universitas Almuslim Perkuat Komitmen Wujudkan Kampus Inklusif dan Ramah Disabilitas

noeh21
Rektor Universitas Almuslim, Dr. H. marwan, M.Pd dan Wakil Rektor III, Dr. drh. Zulfikar, M.Si beserta para peserta kegiatan Acara Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Almuslim. Foto: IJN
      
IJN - Bireuen | Universitas Almuslim terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, aksesibel, setara, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Almuslim dengan tema “Mewujudkan Kampus Inklusif, Aksesibel dan Ramah Disabilitas”, Kamis, 13 Agustus 2026. 
 
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kuliah Umum (RKU) 1 Kampus Timur Universitas Almuslim tersebut dirangkai dengan penandatanganan kerja sama yang melibatkan sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.
 
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara kepada seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
 
“Universitas Almuslim berkomitmen untuk terus membangun kampus yang terbuka bagi semua. Kampus inklusif bukan hanya berbicara tentang akses terhadap fasilitas, tetapi juga bagaimana kita menciptakan lingkungan akademik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk belajar, berkembang, dan berprestasi,” kata Rektor.
 
Menurutnya, keberadaan ULD menjadi langkah strategis Universitas Almuslim dalam membangun sistem pelayanan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
 
“Kita ingin Universitas Almuslim menjadi kampus yang benar-benar hadir untuk semua. Karena itu, keberadaan ULD harus mampu memberikan layanan, pendampingan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar tidak ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.
 
Ketua Unit Layanan Disabilitas Universitas Almuslim, Dr. Hera Yanti, M.Psi., selaku penyelenggara kegiatan, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan keberadaan dan fungsi ULD sekaligus membangun jejaring dengan sekolah-sekolah luar biasa.
 
“Unit Layanan Disabilitas hadir untuk memastikan Universitas Almuslim menjadi ruang pendidikan yang dapat diakses oleh semua. Kami ingin membangun sistem layanan yang memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas, baik dari aspek akademik maupun lingkungan kampus,” ungkap dia.  
 
Ia menilai, kolaborasi dengan SLB sangat penting untuk membangun kesinambungan layanan pendidikan, khususnya bagi peserta didik penyandang disabilitas yang memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
 
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas. Anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi yang luar biasa dan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Tugas kita bersama adalah memastikan akses dan dukungan tersebut tersedia,” jelasnya.
 
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si., menyampaikan bahwa sosialisasi ULD menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Universitas Almuslim dengan SLB dan berbagai lembaga terkait.
 
“Universitas Almuslim tidak dapat membangun layanan disabilitas secara sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, masyarakat, dan lembaga yang memiliki pengalaman dalam pendampingan penyandang disabilitas. Dari sinilah kita dapat membangun layanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” ucap Zukfikar. 
 
Ia berharap ULD nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi wadah pendampingan dalam berbagai aspek kehidupan kampus.
 
“Harapan kami, mahasiswa penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan akses untuk kuliah, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berorganisasi, berprestasi, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
 
Kegiatan tersebut turut diikuti perwakilan SLB Negeri Bireuen, SLB Negeri Terpadu Bireuen, SLB Al Ikhlas, SLB Jeumpa Bireuen, SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, dan SLB YTC Kutablang.
 
Melalui sosialisasi dan kerja sama tersebut, Universitas Almuslim menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar penyediaan fasilitas, melainkan upaya membangun ekosistem akademik yang memberikan ruang, kesempatan, dukungan, dan penghargaan yang setara bagi setiap mahasiswa.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin