IJN - Aceh Besar | Masalah sampah di Aceh Besar dinilai belum tuntas hingga saat ini, pasalnya terlihat di beberapa titik dalam beberapa Kecamatan terjadi penumpukan sampah yang sangat signifikan.
Diantaranya sebagai contoh, Jl. Makam Teuku Nyak Arif, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, terjadi penumpukan sampah di pinggir jalan.
"Ini sangat terganggu pengguna jalan, ditambah dengan bau tidak sedap, tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar dan juga bisa terjadi kecelakaan bagi pengguna jalan, karena banyak sampah tersebar diatas badan jalan,"kata Usman Lamreung, kepada INDOJAYANEWS.COM, Selasa 27 April 2021.
Menurut Usman, sampah sampah tersebut dibuang masyarakat bercampur, mulai dari sampah rumah tangga, hingga sampah pedagang. "Biasanya truk sampah Pemkab Aceh Besar dalam seminggu ada 2 atau 3 kali diangkut untuk di bawa ke TPA,"jelasnya
Namun, dikatakan Usman, sampah terus menumpuk dua minggu terakhir bahkan bertambah banyak, sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Begitu besar produksi sampah, sehingga butuh sarana prasarana yang memadai. Ditambah wilayah yang begitu besar, setiap harinya DLH Aceh Besar harus menggangkut sampah 30 truk untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Dibulan Ramadhan, sudah pasti produksi sampah terjadi peningkatan, kami mendesak Dinas Lingkungan Hidup jangan menunggu keluhan masyarakat, namun seharusnya sampah yang sudah lama menumpuk diangkut segera dan dibuang ke TPA,"ujarnya
Usman mengaku, komitmen pemerintah Aceh Besar dalam penyelesaian sampah, pihaknya menghargai.
"Penumpukan sampah di jalan terjadi akibat tidak adanya bak sampah, sehingga sampah rumah tangga dan sampah pedagang di buang dipinggir jalan,"sebutnya
Seperti diketahui, persoalan sampah gampong sudah ditangani oleh gampong, dengan membentuk tim pengumpul sampah dengan dibebankan iuran setiap bulanannya.
Ditambahkan Usman, permasalahan itu tidak selesai sampai disitu, karena sampah yang di angkut warga gampong di buang di pinggir jalan, karena tidak ada bak sampah yang besar sebagai penampung sementara. Sehingga sampah yang di buang di pinggir jalan terus menumpuk, selanjutnya baru di angkut dengan truk Pemkab Aceh Besar untuk di buang ke TPA.
"Pemkab Aceh Besar, melalui Dinas Lingkungan Hidup seharusnya selain menambah sarana truk pengangkut sampah, juga harus menyediakan bak sampah yang besar untuk di tempatkan titik tertentu sebagai penampung sampah yang selanjutnya baru dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir,"jelas Usman.
Dia meminta Pemkab Aceh Besar agar menambahkan bak sampah besar untuk ditempatkan di Gampong, Mukim dan Kecamatan, agar sampah tidak tercecer kemana-mana, bahkan ke badan jalan.
"harapan warga dan tokoh masyarakat Krueng Barona Jaya, agar sampah di Jl. Makam Teuku Nyak Arif segera di angkut untuk di buang ke TPA, jangan sampai menimbulkan wabah penyakit,"harap Usman Lamreung.
Sebelumnya, pihaknya telah memberikan saran, bahkan saran tersebut pernah di sampaikan dalam Musrembang Kecamatan, agar Pemkab menyediakan Truk sampah yang ditempatkan di Kecamatan agar pengangkutan sampah lebih cepat.
Bahkan hasil tersebut, Kepala Desa, Tokoh masyarakat sudah berkomitmen terus memberikan pemahaman pada masyarakat agar taat buang sampah pada tempatnya.
Penulis: Hendria Irawan