26 Jan 2026 | Dilihat: 88 Kali

Yayasan AGC dan Satu Nama Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Salah Sirong

noeh21
Relawan dari Yayasan AGC dan Yayasan Satu Nama membagikan bantuan kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Gampong salah Sirong di meunasah setempat. Foto: IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Kepedulian terhadap korban tanah longsor dan banjir terus mengalir. Yayasan Aceh Green Conservation (AGC) bersama Yayasan Satu Nama menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Senin, 26 Januari 2026. 
 
Pembina Yayasan AGC, Suhaimi Hamid disela-sela penyaluran bantuan tersebut mengatakan, bantuan difokuskan untuk kebutuhan dasar warga yang rumahnya rusak dan hilang terseret arus banjir.
 
Adapun bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan shalat, peralatan dapur seperti kompor gas, kuali, dan perlengkapan lainnya, serta kebutuhan dapur, dan tas, dan buku tulis untuk anak anak sekolah. 
 
Salah seorang warga terdampak, Fauzinur, menyampaikan rasa terima kasih kepada relawan dan para donatur.
 
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan dari AGC dan Yayasan Satu Nama yang telah peduli terhadap kondisi kami pascabanjir di Salah Sirong,” ujarnya.
 
Dia menyebutkan, kondisi gampong hingga kini masih memprihatinkan. Akses jalan menuju lokasi masih sulit dilintasi karena dalam proses pembangunan. Selain itu, listrik belum menyala akibat banyak tiang listrik yang terseret arus banjir.
 
“Kami berharap pihak terkait dapat segera membantu pemulihan jaringan listrik agar aktivitas warga kembali normal,” tambah Fauzinur.
 
Sementara itu, warga lainnya, Iskandar Mahmud, berharap para pengungsi dapat menempati hunian yang lebih baik sebelum bulan suci Ramadan.
 
“Mudah-mudahan saat Ramadan nanti tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda-tend,” harapnya.
 
Ia mengisahkan bahwa banjir datang begitu cepat.
 
“Saya dan keluarga kehilangan segalanya. Kami keluar rumah hanya dengan pakaian yang melekat di badan,” tuturnya.
 
Menurut Iskandar, warga sangat mengharapkan tempat tinggal yang lebih representatif agar kehidupan dan ibadah bisa berjalan lebih layak.
 
“Kalau ada barak sementara, tentu ibadah lebih nyaman. Saya petani, peralatan kerja saya juga habis dibawa arus,” katanya.
 
Sementara itu, warga Salah Sirong lainnya, M. Amin menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikan 51 unit rumah hilang dan 8 kedai juga lainnya hilang akibat abrasi ke dalam sungai. 
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini, pengungsi tersebar di dua titik, yakni di Meunasah Induk dan Meunasah Dusun Bungong Jeumpa.
 
Ia menjelaskan, pengungsi tidak hanya warga yang rumahnya hilang, tetapi juga warga yang rumahnya rusak berat dan tidak berani lagi ditempati.
 
“Bantuan peralatan dapur ini diprioritaskan bagi warga yang rumahnya hilang karena seluruh peralatan mereka ikut hanyut terbawa arus,” jelasnya.
 
Penulis : Amiruddin
Editor : Muhammad Zairin