20 Jul 2026 | Dilihat: 69 Kali

Alsintan Sebesar 2,2 Miliar Diserahkan, Bupati Bireuen Minta Dikelola Profesional

noeh21
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., secara simbolis bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada lima Brigade Pangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Peudada. Foto: IJN/Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Pemerintah Kabupaten Bireuen terus memperkuat upaya peningkatan produksi pangan melalui modernisasi pertanian. Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., Senin 20 Juli 2026, menyerahkan secara simbolis bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada lima Brigade Pangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Peudada. 
 
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bireuen juga mengukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada (AKPP).
 
Bantuan yang diterima setiap brigade bernilai sekitar Rp2,2 miliar, terdiri atas empat unit hand tractor, dua unit traktor pembajak sawah, satu unit traktor roda empat, satu unit drone penyemprot, serta combine harvester yang dibagikan kepada tiga brigade karena keterbatasan anggaran pemerintah pusat.
 
Lima Brigade Pangan penerima bantuan tersebut yakni Brigade Gaptas Kecamatan Gandapura, Brigade Babuta Kecamatan Peusangan Selatan, Brigade Sigupai Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, serta Brigade Situ Bagendit dan Brigade Gamagura dari Kecamatan Peudada.
 
Bupati Mukhlis menegaskan, seluruh bantuan yang diberikan merupakan aset negara yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan sekadar menjadi inventaris yang tidak digunakan.
 
"Alsintan ini harus dikelola secara profesional sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi petani. Pemerintah ingin Brigade Pangan menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus melahirkan petani milenial yang mampu menguasai teknologi," ucap Mukhlis.
 
Menurut Mukhlis, Brigade Pangan tidak hanya bertugas mengoperasikan alat pertanian, tetapi juga harus mampu menerapkan pola pengelolaan berbasis usaha atau business oriented. Dengan sistem tersebut, operasional Alsintan diharapkan berlangsung efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan pendapatan kelompok tani.
 
Ia menilai modernisasi pertanian menjadi salah satu kunci mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan pemerintah dalam mempercepat mekanisasi pertanian di sejumlah wilayah sentra produksi padi.
 
Di sisi lain, Camat Peudada, Erry Seprinaldi, S.STP., S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa meski Kecamatan Peudada memperoleh dua Brigade Pangan, masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan, terutama persoalan pengairan. Program pompanisasi yang telah berjalan belum mampu mengoptimalkan suplai air akibat sejumlah kendala teknis.
 
Ia menyebut pembangunan Bendungan Irigasi Aneuk Gajah Rheut telah dimulai dan ditargetkan selesai pada akhir tahun. Kehadiran bendungan tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan irigasi yang selama ini membatasi produktivitas lahan pertanian.
 
Selain infrastruktur, Camat juga berharap pemerintah dapat membuka akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Brigade Pangan agar operasional dan pemeliharaan Alsintan dapat berjalan lebih optimal.
 
Dalam kegiatan itu, Bupati Mukhlis juga mengukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada (AKPP). Kehadiran asosiasi tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara petani dan pelaku pertanian dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas akses teknologi, serta mendorong inovasi guna mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas