10 Nov 2021 | Dilihat: 513 Kali

Berdayakan Ekonomi Masyarakat, Dosen USK Bantu Mesin Produksi Kerupuk Kulit

noeh21
      
IJN - Banda Aceh | Dalam rangka memberdayakan ekonomi Dhuafa, dosen dari Universitas Syiah Kuala (USK) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menyalurkan zakat produktif Rumah Amal Masjid Jamik USK tahun 2021, kepada kelompok masyarakat Pengrajin Kerupuk Kulit (Kukut) di Gampong Limpok, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Rabu 10 November 2021.
 
Adapun jenis bantuan yang disalurkan kepada Nasruddin (ketua), M Jafar, Aidul Fitri, Helmi Taleb, Muksalmina, M. Iklas  dan Mahdi antara lain, mesin pengering kulit, mesin pembersih kulit dan mesin penyayat kulit. Selain mesin, dosen USK itu juga membantu alat-alat produksi seperti dandang perebus berbahan stainlis still; kuali penggorengan dan dapur. 
 
Sedangkan untuk mendukung produksi, kelompok pengrajin kerupuk juga diberikan bantuan berupa minyak goreng, kulit sapi dan bumbu penyedap rasa. 
 
Dosen Jurusan Fisika FKIP Universitas Syiah Kuala, Drs. Ahmad Farhan, M.Si mengatakan, tujuan utama pemberian bantuan tersebut ialah untuk memperbarui mekanisasi sistem produksi dari metode tradisional ke metode mesin dan higenis produksi. 
 
"Mekanisasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas kerepuk kukut. Selain itu, produk yang dihasilkan dan dipasarkan menjadi lebih higenis,"ungkap Drs Ahmad Farhan, M.Si seperti diterima Indojayanews.com
 
Kegiatan Dr. Akhyar, MP, M. Eng, Dosen Jurusan Teknik; Drs. Ahmad Farhan, M.Si dan Drs Abdul Hamid, Dosen Jurusan Teknik; serta Dosen Fakultas Kedokteran, dr. Hijra Novia Suardi SP.FK ini berlangsung sejak Agustus hingga November 2021.  
 
Dijelaskan Ahmad Farhan, pada pelaksanaan kegiatan tersebut yang meliputi desain dan konstruksi mesin dilakukan oleh Ahyar serta dirinya. Sementara untuk pengarahan produksi makanan sehat dan higenis dilakukan oleh Hijra Novia Suardi, penyerahan mesin peralatan, bahan produksi dilakukan oleh Drs Abdul Hamid. 
 
Dia menyebut, kegiatan berikutnya berupa monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi akan memperlihatkan mesin dan peralatan apakah sudah sesuai dengan peruntukan usaha. 
 
Pada kegiatan tersebut, pihaknya mendapati kendala ditingkat pemasaran. Selain terjadi kenaikan bahan baku pada bulan Oktober lalu, permintaan pasar juga menurun drastis akibat lesunya ekonomi masyarakat sehingga hasil produksi hanya mampu diserap sebesar 30 persen dari hasil produksi. 
 
"Akibat lesunya daya beli, aktifitas produksi dikurangi hingga gejolak pasar stabil kembali," tutup Ahmad Farhan. [*]