26 Feb 2021 | Dilihat: 518 Kali

Kabupaten/kota Punya Peranan Sama Membangun Industri di Aceh

noeh21
Keterangan Foto: Rapar koordinasi dan sinkronisasi di Hermes Hotel
      
IJN - Banda Aceh | Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Aceh, Ir. Mhoch Thanwier, MM menyatakan membangun Industri di Aceh harus menyeluruh dan bersama-sama dengan Kabupaten/Kota di Aceh.

“Kenapa ini dilakukan, karena membangun industry terutama industry Agro harus sama-sama karena sumber daya ada semua di tiap Kabupaten/kota,”kata Ir. Mhoch Thanwier, MM saat membuka acara rapar koordinasi dan sinkronisasi di Hermes Hotel, pada Kamis (25/2) kemarin.

Acara yang dihadiri kepala Dinas, kepala bidang Industri Agro dan Kasubbang program Dinas Perindustrian dan Perdangangan Kab/kota turut membahas bagaimana langkah kedepan agar Aceh terbebas dari masalah kemiskinan.

“Saya menghimbau kadis Kabupaten/kota agar memanfaatkan warung kopi dan cafe untuk menjual produk-produk local atau home industry dengan display yang menarik, sehingga perekonomian di Aceh dapat meningkat seperti diluar Aceh,”jelas Mhoch Thanwier. Jum'at 27 Februari 2021

Disela-sela setelah pembukaan acara yang bertema "Mewujudken Sinkronisasi dan Sinergisitas Program Dan Kegiatan Pengembangan Industri di Aceh" Kadis Disperindang Aceh meminta untuk segera membantu industri-industri yang saat ini masih belum mampu berkembang dan membimbing terutama yang izin usahanya sudah mati.

Menurut Mhoch Thanwier, rakor ini menjadi salah satu silahturahmi semua Kab/kota dalam menyampaikan permasalahan dan solusi kongkrit membangun industry di Aceh. “Saya minta maaf kepada Kab/kota karena belum semua kabupaten/kota bisa saya kunjungi, karena baru 7 bulan saya disini, insyaallah kedepan semua Kabupaten saya kunjungin,”katanya dalam sambutan dan menyalami semua peserta dari kabupaten kota setelah selesai memberikan materi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Industri Agro dan Manufaktur Disperindang Aceh, Ridhwan, M.Dev, menyebutkan Aceh kini sudah mulai ketinggalan jauh sekali dalam industry. “Apalagi dana otsus kita hampir habis, mau kemana kita,”katanya.

Ridhwan menyebut pemerintah mempunyai beberapa sumber dana seperti APBN, APBA, DAK, dan DOKA yang semuanya harus diraih oleh Aceh.“Apalagi sekarang ada istilah baru untuk sumber dana dengan Program PEN yaitu, Program Pemulihan Ekonomi Nasional,”sebutnya.

Menurut Ridhwan dalam program PEN tersebut ada terdapat program strategis sektor industry dan perdangangan seperti; pembinaan dan pendampingan IKM terhadap peningkatan produk, mutu, kemasan dan diversifikasi produk serta fasilitas perizinan, kemitraan, sertifikasi HAKI dan halal. Selanjutnya, perluasan akses pasar produk IKM dengan mengikutsertakan dalam even pameran lokal, nasional dan internasional serta fasilitas pasar digital. 

Secara terpisah, Kepala Seksi Industri Agro Disperindang Aceh Bidang Pengembangan Industri Agro dan Manufaktur, Umri Praja Muda, M.Si, sekaligus ketua panitia mengatakan acara rakoor dan sinkronisasi ini merupakan salah satu sharing informasi terhadap perkembangan industry yang ada di Aceh.

“Selama ini kita hampir tidak pernah membuat acara rakor dan sinkronisasi, boleh dikatakan lebih 3 tahun, hari ini terungkap ternyata banyak sekali persoalan-persaoalan di daerah yang tidak sampai ke Disperindang Aceh,”katanya usai menyampaikan sambutan panitia.

Sehingga, kata Umri Praja Muda acara ini akan menjadi agenda tahunan dimana setiap tahun akan dilakukan dua kali yang khsusus membicarakan perkembangan Industri Agro sampai turunannya. 

Umri praja muda dalam sambutanya juga menyebutkan bahwa, tujuan diadakan rakor dan sinkronisasi ini yaitu, pertama mengetahui kendala yang dihadapi terhadap pengembangan Industri Agro dan Manufaktur di Kab/Kota, kedua, agar terciptanya pengembangan industri yang dapat memberikan kemudahan dan memiliki daya tarik bagi investor, ketiga, terciptanya langkah/strategi bersama Kab/Kota  untuk menarik investor di Aceh, dan keempat, terintegrasi Perencanaan dan Penganggaran di Sektor Industri antar Provinsi dan Kab/Kota.

Umri Praja Muda menyebutkan acara yang dihadiri 69 orang dari kab/kota menampilkan beberapa narasumber selain kadis Disperindang Aceh, Kabid PIAM Disperindang Aceh, Bappeda Aceh dari Tim e-Planning dan SIPD Bappeda Aceh, Emi Riza, ST. Sedangkan narasumber lainnya berasal dari Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi. (Ril)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas