17 Ags 2026 | Dilihat: 31 Kali

SMKN 1 Gandapura Hidupkan Jiwa Wirausaha Siswa Lewat TeFa One Day Expo

noeh21
Siswa SMK Negeri 1 Gandapura memasarkan produk yang dihasilkan di sekolah mereka kepada masyarakat pada kegiatan teaching faktory one day expo. Foto: IJN / Ist.
      
IJN - Bireuen | Semangat kewirausahaan generasi muda mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Gandapura, Senin 17 Agustus 2026. 
 
Di tengah keramaian peserta upacara dan masyarakat, siswa SMKN 1 Gandapura memanfaatkan momentum tersebut untuk mempraktikkan langsung keterampilan bisnis melalui Teaching Factory (TeFa) One Day Expo.
 
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Gandapura itu tidak sekadar menjadi ajang memamerkan produk. Para siswa justru terlibat langsung dalam proses pemasaran, mulai dari menawarkan barang, berkomunikasi dengan konsumen, memberikan pelayanan hingga mengenalkan produk hasil karya mereka.
 
Melalui Stand BLUD SMKN 1 Gandapura, berbagai produk Teaching Factory dipasarkan kepada masyarakat. Kepala SMKN 1 Gandapura Feri Irawan, S.Si., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Julaidar, S.Pd., M.Pd., Pengelola BLUD Ernawati, S.Si., serta sejumlah guru turut hadir memberikan dukungan kepada siswa.
 
Kepala SMKN 1 Gandapura Feri Irawan mengatakan, TeFa One Day Expo menjadi bagian dari upaya sekolah membangun ekosistem pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.
 
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menanamkan mental berani mencoba dan tidak takut gagal. Dunia usaha membutuhkan kreativitas, inovasi dan keberanian, dan itu semua harus mulai dilatih sejak di bangku sekolah,” kata Feri.
 
Ia menjelaskan, seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil usaha dan kreativitas siswa yang tergabung dalam Meuhase Entrepreneur Club (CEC) dari lima program keahlian di SMKN 1 Gandapura.
 
Menurutnya, pengalaman berjualan secara langsung memberikan pembelajaran yang tidak bisa sepenuhnya diperoleh di dalam kelas. Siswa belajar menghadapi konsumen, membaca kebutuhan pasar, mempromosikan produk hingga memahami pengelolaan usaha secara sederhana.
 
“Harapannya, setelah lulus nanti siswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” katanya.
 
Lebih lanjut Feri mengatakan, mengusung brand Esm by SMKN 1 Gandapura, siswa dari program keahlian Agribisnis Ternak menampilkan sejumlah produk peternakan, di antaranya susu kambing Good Goat serta telur puyuh mentah dan rebus.
 
Sementara itu, program keahlian Desain Pemodelan Busana menghadirkan berbagai produk kreatif, seperti mukena, celemek, jempal, pakaian hingga aksesori gantungan kunci dengan desain modern, katanya. 
 
Dari program keahlian Teknik Pengelasan, siswa menampilkan produk bangku kreatif hasil keterampilan mereka.
 
Beragam produk tersebut dikemas dan dipasarkan layaknya produk usaha profesional. Siswa tidak hanya bertugas sebagai pembuat produk, tetapi juga menjadi tenaga pemasaran yang berhadapan langsung dengan konsumen.
 
Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa menjalankan usaha bukan hanya soal menghasilkan barang. Mereka juga harus mampu mengenali konsumen, menentukan cara promosi, memberikan pelayanan, menjaga kualitas produk dan menghitung hasil penjualan.
 
Feri menegaskan, kegiatan pemasaran produk siswa tidak berhenti pada TeFa One Day Expo. Produk Esm by SMKN 1 Gandapura juga dapat dijumpai setiap hari di lingkungan sekolah serta dipasarkan pada sejumlah agenda publik, termasuk Uroe Peukan Geurugok setiap Selasa, Car Free Day dan berbagai kegiatan pameran lainnya.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin