21 Jun 2025 | Dilihat: 428 Kali

Prabowo Cerita Panglima GAM Kini Gabung Gerindra, Putin Mencatat

noeh21
Prabowo dan Putin di SPIEF '25 (YouTube Sekretariat Presiden)(YouTube Sekretariat Presiden)
      
IJN - Jakarta | Di samping Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden RI Prabowo Subianto bercerita soal sosok Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini bergabung dengannya.

Prabowo berbicara di sesi dialog di St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) ke-28, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/6/2025).

Awalnya, dia melanjutkan pembahasan perihal Nelson Mandela dan nilai-nilai luhur yang dia wariskan. Prabowo sangat menjunjung tinggi nilai rekonsiliasi yang ditekankan Nelson Mandela.

“Dia berupaya rekonsiliasi dengan mantan-mantan musuhnya. Itulah kehebatan Nelson Mandela,” ujar Prabowo yang duduk di samping Putin.

Lihat juga : Presiden Prabowo Putuskan 4 Pulau Sah Milik Aceh

Prabowo mengatakan dia juga menerapkan prinsip pengutamaan rekonsiliasi dalam langkah politiknya.

“Kami ada pemberontakan separatis yang sangat lama di Aceh, sangat lama, saya kira hampir 30 tahun,” kata Prabowo ke arah moderator.

“Tapi dapatkah Anda bayangkan bahwa mantan komandan dari tentara pembebasan Aceh (GAM) yang berperang melawan kami selama 25 tahun lebih, sekarang dia bergabung ke partai saya, dia ada di partai politik saya,” tutur Prabowo.

Lihat juga : Perang Iran-Israel Kian Memanas, Putin Siap Turun Tangan

“Dan sekarang dia adalah Gubernur Aceh, dan saya Presiden Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo tidak menyebut nama. Namun, Gubernur Aceh sekarang adalah Muzakir Manaf alias Mualem. Dia dulu memang mantan pemimpin gerilya GAM dan menggandeng kader Gerindra sebagai Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah alias Dek Fad.

Lihat juga : Aceh Tegaskan Kepemilikan atas 4 Pulau, Tunjukkan Bukti Hukum dan Historis

Fadhlullah memang mantan pejuang GAM dan masuk ke Partai Gerindra, pernah pula menjadi anggota DPR. Namun Mualem sendiri berasal dari Partai Aceh. Kembali ke Prabowo di St Petersburg, dia bercerita bahwa rekonsiliasi dirinya dengan mantan kombatan GAM itu menunjukkan level praksis dari teori dari Nelson Mandela.

“Saya ini mantan tentara, saya tahu betul nilai perdamaian dan rekonsiliasi. Lebih baik berbicara ketimbang membunuh satu sama lain,” kata dia. Putin nampak mencatat. Tepuk tangan bergemuruh.





Sumber : Kompas.com