IJN - Sudan | Rapai geleng telah diakui sebagai warisan budaya turun temurun oleh masyarakat Aceh, bahkan warisan budaya ini juga kian populer di kancah Nasional bahkan Internasional.
Dalam memperkenalkan budaya Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Indonesia Internasional university Of Afrika (BEM IMI IUA) menggelar festival budaya Indonesia yang berlangsung di kampus Internasional University of Africa. Khartoum, Sabtu (5/3).
Diketahui, Indonesia Culture Fest (ICF) merupakan ajang penampilan seni kebudayaan Indonesia ke dunia Internasional.
Dalam kegiatan tersebut, ICF di tahun 2022 mengangkat tema "Islamisasi Melalui Budaya" yang menceritakan tentang masuknya islam ke Indonesia melalui Budaya. Bahkan, festival tahun ini terdiri dari 4 katagori, Galeri Indonesia, Bazar makanan, Permainan Tradisional dan Opera Budaya Indonesia. Dari 4 katagori ini Keluarga Mahasiswa Aceh Sudan (KMA) ikut serta di Bazar makanan dan Opera Budaya.
Muammar mengatakan, dalam kegiatan itu, ikut juga ditampilkan bazar makanan makanan khas Aceh, seperti ; Timphan, Mie Aceh, Rujak Manis dan lainnya.
"Sedangkan Opera budaya Indonesia adalah puncak acara ICF, Kekeluargaan Mahasiswa Aceh ikut menampilkan Tarian Rapai Geleng beserta 4 syair dalam bahasa Aceh, penampilan ini di hadiri oleh para Pejabat KBRI Khartoum, Pejabat Kampus University Internasional Of Afrika beserta mahasiswa dari 80 negara lainnya yang ada di kampus tersebut,"kata Muammar LC.MA, dalam keterangannya diterima INDOJAYANEWS.COM, Rabu 9 Maret 2022.
Sementara itu, Tgk Muhammad Yanis Ketua Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Sudan menjelaskan, selain rapai geleng juga ikut serta berbagai penampilan lainnya, seperti angklung, tari bujang gadis, wayang kulit, Tapak Suci dan lainnya.
"Rapai geleng tergolong seni yang sulit di kuasai, meskipun demikian, rapai geleng berhasil tampil dengan baik, "demikian kata Ketua KMA Tgk Muhammad Yanis.
Penulis : Hendria
Editor : Redaksi