29 Apr 2022 | Dilihat: 869 Kali

KSAD Jenderal Dudung Jenguk Mantan Kepala BIN Hendropriyono

noeh21
Keterangan : Foto yang diunggah Diaz Hendropriyono. Kondisi terkini AM Hendropriyono. KSAD Jenderal Dudung jednguk mantan Kepala BIN dan cium keningnya. Foto. Tribun Kaltim
      
IJN - Jakarta | Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono kini tengah sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. 
 
Jenderal Hendropriyono diketahui sakit Demam Berdarah Dengue dan trombositnya sempat melorot hingga level 8.000.
 
Kondisi terkini AM Hendropriyono yang mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini diungkap anaknya, Diaz Hendropriyono.
 
Sejumlah tokoh terlihat menjenguk AM Hendropriyono, salah satunya adalah KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. 
 
Diaz Hendropriyono membenarkan ayahnya tengah jalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto.
 
Menurut Diaz Hendropriyono, ayahnya dirawat sejak beberapa hari lalu. 
 
Kabar terbaru AM Hendropriyono diunggah Diaz di akun instagram pribadinya. 
 
Di akun Instagram pribadinya, @diaz.hendropriyono ungkap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memulihkan kondisi kesehatan ayahnya, AM Hendropriyono. 
 
Dengan tulisan putih dan latar belakang hitam, anak AM Hendropriyono mengabarkan kondisi terkini ayahnya dan tak lupa mengucap terima kasih dan menyebut sejumlah nama.
 
"Alhamdulillah kondisi membaik, trombosit sempat rendah di level 8.000,"kata Diaz dalam postingan Instagram pribadinya, @diaz.hendropriyono, Kamis (28/4/2022).
 
Diaz menyebut ayahnya kini hanya butuh bedrest saja, untuk memulihkan kesehatannya.
 
"Sekarang hanya butuh bedrest," tulis Diaz seperti dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel yang berjudul Kondisi Terkini AM Hendropriyono yang Dirawat di RSPAD: Kondisi Membaik, Kini Hanya Butuh Bedrest.
 
Lebih lanjut Diaz pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berdoa untuk kesehatan ayahnya.
 
Selain itu Diaz juga mengucapkan terima kasihnya pada Tim RSPAD, Dokter Terawan, Letjen Budi, serta Mayjen Lukman.
 
"Terimakasih atas semua doa untuk kesehatan ayah saya."
 
"Terimakasih untuk Tim RSPAD, Doktor Terawan, Letjen Budi, dan Mayjen Lukman, atas bantuannya," ungkap Diaz.
 
Sakit Demam Berdarah
 
Dilansir Kompas.com, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dikabarkan tengah sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
 
Kabar tersebut dibenarkan oleh sang putra, Diaz Hendropriyono.
 
“Iya mohon doanya saja ya,” kata Diaz dilansir Kompas.com, Kamis (28/4/2022)
 
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini diketahui telah dirawat di RSPAD sejak beberapa hari lalu.
 
Diaz menyebut ayahnya dirawat di RSPAD karena sakit demam berdarah dengue (DBD).
 
Dudung Abdurachman Jenguk
 
Kabar Hendropriyono masuk rumah sakit juga membuat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menaruh perhatian.
 
Dudung meluangkan waktu untuk langsung menjenguk Hendropriyono di RSPAD Gatot Soebroto.
 
Hal ini terlihat dari beredarnya foto Dudung yang tengah mengenakan seragam dinas TNI sedang menjenguk Hendropriyono.
 
Terlihat dalam video, Dudung mencium kening sang jenderal.
 
Ia memegang tangaan Hendro seperti hendak berpamitan.
 
Hal itu terlihat dalam video Instagram Story yang diuggah akun @ariefrasyad.
 
Berikut profil dan biodata lengkap AM Hendropriyono yang disebut-sebut sebagai master intel Indonesia.
 
Pria bernama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono ini merupakan seorang tokoh senior militer Indonesia.
 
Dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel yang berjudul PROFIL Hendropriyono, Kepala Badan Intelijen Negara Pertama yang Saat Ini Tengah Terbaring Sakit, sosok Hendropriyono sangat lekat dengan perkembangan intelijen di Indonesia.
 
Dirangkum dari Wikipedia, Hendropriyono lahir di Yogyakarta pada 7 Mei 1945.
 
Hendropriyono menjadi Kepala Badan Intelijen Negara pertama dan dijuluki the master of intelligence karena menjadi "Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen" pertama di dunia.
 
Hendropriyono juga pernah menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan dalam Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan dari tahun 1998 hingga 1999.
 
Di dunia perpolitikan, Hendropriyono dipercaya menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), terhitung dari tanggal 27 Agustus 2016 hingga 13 April 2018.
 
Hendropriyono menempuh pendidikan dasar di SR Muhammadiyah, Kemayoran, Jakarta,
 
Ia sempat pindah ke SR Negeri Jalan Lematang, Jakarta sebelum pada akahirnya melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP Negeri V bagian B (Ilmu Pasti).
 
Selanjutnya, Hendropriyono melanjutkan ke jenjang SMA-nya di SMA Negeri II bagian B (Ilmu Pasti) di Jalan Gajah Mada, Jakarta.
 
Setelah lulus, barulah ia melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (lulus 1967), Australian Intelligence Course di Woodside (1971), United States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980).
 
Lalu berlanjut ke sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko ABRI) dengan predikat lulusan terbaik pada 1989 bidang akademik.
 
Hingga kemudian mendapatkan anugerah Wira Karya Nugraha.
 
Tidak hanya itu, Hendropriyono juga mengikuti kursus singkat Angkatan VI Lembaga Ketahanan Nasional (KSA VI Lemhannas).
 
Keterampilan militer yang pernah diikutinya antara lain adalah Para-Komando, terjun tempur statik, terjun bebas militer (Military Free Fall) dan penembak mahir.
 
Pendidikan umum Hendropriyono menjadikannya sebagai sarjana dalam bidang administrasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN), Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Terbuka (UT) Jakarta.
 
Juga Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung.
 
Bahkan ia juga mendapatkan gelar magister administrasi niaga dari University of the City of Manila, Filipina dan gelar magister di bidang hukum dari STHM dan pada bulan Juli 2009.
 
Hingga pada akhirnya meraih gelar doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat Cum Laude.
 
Pada 7 Mei 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu Filsafat Intelijen dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
 
Karier Militer
 
Berikut jenjang karier militer A.M. Hendropriyono:
 
1968-1972 - Komandan Peleton Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Magelang
1972-1974 - Komandan Kompi Prayuda Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha)
1981-1983 - Komandan Detasemen Tempur 13
1983-1985 - Wakil Asisten Personel Kopasandha merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi
1985-1987 - Asisten Intelijen Kodam V/Jaya
1987-1991 - Danrem 043/Garuda Hitam Lampung
1991-1993 - Direktur D Badan Intelijen Strategis ABRI
1993-1994 - Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI
1993-1994 - Panglima Kodam V/Jaya
1994-1996 - Komandan Kodiklat TNI AD

Karier Politik
 
Dalam birokrasi pemerintahan RI, Hendropriyono pernah memangku berbagai jabatan yang berturut-turut.
 
Yakni ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan Republik Indonesia (1996-1998), Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) dalam Kabinet Pembangunan VII.
 
Selain itu ia juga dipercaya menjadi Menteri Transmigrasi dan PPH dalam Kabinet Reformasi Pembangunan yang kemudian merangkap sebagai Menteri Tenaga Kerja ad-interim.
 
Karier Intelijen
 
Pada periode tahun 2001-2004 sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di Kabinet Gotong Royong.
 
Banyak hal yang ia ciptakan di dunia intelegen, mulai dari penggagas lahirnya Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Sentul, Bogor, Dewan Analis Strategis (DAS) Badan Intelijen Negara, Sumpah Intelijen, Mars Intelijen,.
 
Hendropriyono juga menetapkan hari lahir badan intelijen, mencipta Logo dan Pataka BIN, mempopulerkan bahwa intelijen sebagai "ilmu" dan menggali "filsafat intelijen", serta menggagas berdirinya tugu Soekarno-Hatta di BIN.
 
Sekarang ini Hendropriyono menjadi pengamat terorisme dan intelijen.
 
Tidak heran jika ia kerap diminta untuk menjadi narasumber oleh media massa dan berbagai lembaga, giat menulis bermacam pemikirannya dalam artikel-artikel di berbagai koran, majalah, radio dan televisi.
 
Ketika menjadi Kepala BIN, Hendropriyono juga mendirikan Sekolah Tinggi Intelijen Negara di Sentul, Bogor.
 
Penghargaan
 
Atas dedikasi kepada negara, Hendropriyono pernah mendapatkan berbagai kehormatan negara RI, dalam wujud bintang dan tanda jasa.
 
Seperti di antaranya Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma, Bintang Dharma, Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran, serta anggota Legiun Veteran Pembela Republik Indonesia (Pembela/E, NPV: 21.157.220).
 
Ia juga dinobatkan sebagai Man Of The Year oleh Majalah Editor pada tahun 1993.
 
 
 
Sumber : Tribun Kaltim
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas