21 Sep 2021 | Dilihat: 498 Kali

Wakil Walikota Bandung Siap Gulirkan KaMiSaMa dan StungtaXPindad di 151 TPS

noeh21
      
IJN - Bandung |  Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana usai berkunjung ke lapangan guna melihat dari dekat kinerja mesin pengolah sampah ramah lingkungan StungtaXPindad dengan pola kerja KaMiSaMa (Kawasan Minimasi Sampah Mandiri) TPS 3R (reduce, reuse, recycling), di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, kalu dilanjut berkunjung ke Rumah Kolabirasi yakni produsen  StungtaXPindad di Jl. Kapur, Cibuntu, Kec. Bandung Kulon, Bandung,  Selasa 21 September 2021

“Sampah di Kota Bandung ini setiap hari sekitar 1.500 ton dikirim ke TPA Sarimukti di Cipatat Kabupaten Bandung Barat, nanti 2026 akan pindah ke Legok Nangka di Nagreg. Nah, ini ada teknologi pemusnah sampah ramah lingkungan oleh StungtaXPindad yang dipandu KaMiSaMa. Kelebihannya, sampah yang selama ini diolah dengan cara Kang Pisman, bank sampah, penggunaan maggot, serta biokonversi lainnya, ternyata bisa habis atau musnah di setiap TPS. Jadinya, residu sampah itu tidak perlu dibawa ke TPA,”ujar Yana Mulyana

“Ya, musnah di TPS, menyisakan residu yang masih berguna untuk bahan campuran semen, atau campuran pupuk,"sebutnya

Hasilkan Kesepakatan 

Selama di Rumah Kolaborasi Yana Mulyana yang ditemani Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK) Kota Bandung Dudy Prayudi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Didi Ruswandi, dan Sopyan Hernadi Kabid Kebersihan DLHK Kota Bandung:

”Setidaknya, sebelum 10 November 2021 sudah ada pilot proyek program KaMiSaMi seperti yang di Melong, Kota Cimahi tadi. Itu bagus, sampah di TPS 3R Melong tak lagi dikirim ke TPA Sarimukti,"katanya

Sementara itu Eka Santosa Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, yang ditemani Betha Kurniawan, CEO Hejotekno atau Dirut PT. Topteknoindo selaku inventor mesin StungtaXPindad, keduanya bertindak selaku ‘tuan rumah’ atas ‘pilot project’ pengolahan sampah di TPS 3R Melong Kota Cimahi.

Yana Mulyana dan rombongan kepada INDOJAYANEWS menyatakan, setelah kami berdiskusi cukup mendalam tadi, bagaimana menyelesaikan masalah sampah di Kota Bandung  yang katanya sekitar 1.500-an ton per hari. Pak Wakil Walikota Bandung, malah bersetuju bertahap sekitar 151 kelurahan menerapkan KaMiSaMa.

"Toh, kami tak menggunakan dana APBD atau APBN, tinggal sediakan lahan minimal 200 M2 dan regulasi untuk pemungutan iuran yang sangat terjangkau,”ujar Eka Santosa. 

Pada pihak lain Betha Kurniawan yang ditemani rekan kerjanya dari PT. Pindad (Persero) di antaranya Andri Setiyoso General Manager Peralatan Industri & Jasa, serta Rusli Hidayat Manager Pemasaran dan Penjualan, menyatakan hari itu dirinya merasa cukup intensif berdiskusi dengan Yana Muyana yang disertai para Kadis terkait:

”Kesepakatannya, setelah pertemuan hari ini Pak Wakil Walikota Bandung menyepakati untuk membuat MoU antara Hejotekno dengan dinas terkait. Selanjutnya, dirintis penempatan beberapa StungtaXPindad di beberapa TPS di Kota Bandung. Mungkin 5 mesin dulu, sebagai rintisan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.



Penulis: Harri Safiari
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas