Oleh : An-Najmi Fikri Ramadhan, M.Ag
Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Pendidikan menjadi dasar dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan perilaku seseorang. Salah satu caranya, nilai-nilai pendidikan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk menerapkan pola kebiasaan kehidupan sehari-hari.
Dalam membentuk karakter dan perilaku yang baik, pendidikan dan kebiasaan memiliki hubungan yang erat. Karena pendidikan bukan hanya sekedar transfer nilai (value), melainkan juga proses pembentukan nilai-nilai, sikap dan perilaku yang mencerminkan karakter seseorang.
Di era digital sekarang ini, pendidikan dihadapkan tantangan dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Karena itu, dalam menciptakan peserta didik yang memiliki karakter dan moral yang baik, pentingnya untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Pola Kebiasaan Baik dalam Pendidikan
Kita pernah mendengar adagium dari Bapak Pendidikan Indonesia dan pendiri Taman Siswa yaitu Ki Hajar Dewantara yang mengatakan “semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru”.
Bila kita merenungi adagium tersebut, bahwasanya kita memahami proses pendidikan ternyata tidak hanya terjadi di sekolah.
Memang, sekolah menjadi lembaga pendidikan tempat proses pendidikan formal berlangsung, akan tetapi pendidikan yang berisikan nilai-nilai dapat ditemukan kapan saja dan di mana saja.
Tidak hanya di sekolah, namun ruang-ruang yang di dalamnya terdapat nilai-nilai merupakan wadah berlangsungnya proses pendidikan.
Penerapan kebiasaan baik dalam pendidikan juga berfungsi sebagai implementasi tujuan pendidikan nasional yaitu UU No. 20 Tahun 2003 yang berorientasi pada pembentukan moral yang beradab dan dilandasi keimanan.
Pola kebiasaan baik, memainkan peran penting terhadap karakter karena sebagai bentuk pengulangan tindakan positif yang akhirnya menjadi bagian dari kepribadian seseorang.
Peran Orang Tua dalam Menerapkan Kebiasaan Baik
Selain sekolah, rumah menjadi salah satu sekolah dalam pendidikan kebiasaan bagi anak. Kenapa demikian? Pendidikan dalam lingkupan keluarga di rumah cenderung berfokus pada penanaman nilai-nilai yang di dalamnya terjadi proses pembiasaan.
Dimana kita ketahui anak dibesarkan dan didik dalam keluarga dalam kondisi pemaksaan yang terus menerus hingga memandang dan bertindak dapat dilakukan secara spontan.
Menurut Hairuddin (2014), orang tua bertanggung jawab terhadap anaknya selain pemenuhan terhadap nutrisi fisik dan nutrisi ruhani juga berperan dalam pendidikan kebiasaan.
Pendidikan yang diberikan orang tua dalam pembiasaan berperan penting karena menjadi pendidikan pertama bagi anak.
Sejak lahir dari orang tuanya, anak akan meniru apa yang biasa dilakukan orang tuanya. Karena itu, orang tua dapat mengajarkan kebiasaan baik yang nantinya menjadi kepribadiannya ketika dewasa nanti.
Pun ketika di sekolah, anak hanya mendapatkan pengawasan dari gurunya. Karena itu, ketika tidak di sekolah peran orang tua sangat penting untuk tetap mengawasi dan mengontrol anak agar diajarkan kebiasaan-kebiasaan baik.
7 Kebiasaan Anak Hebat di Rumah
7 Kebiasaan Anak Hebat yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen merupakan wadah pendidikan anak di rumah.
Mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik merupakan pendidikan bagi anak agar terciptanya generasi sehat, cerdas, dan berkarakter.
Baik dari sejak bangun tidur, taat beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur tepat waktu adalah kebiasaan yang biasa dilakukan di rumah sehari-hari.
7 Kebiasaan Anak Hebat ingin agar anak menerapkan pola kebiasaan baik secara disiplin dan mempunyai perilaku positif.
7 Kebiasaan Anak Hebat penting adanya kerjasama dengan orang tua yang menjadi teladan bagi anak dalam menerapkan pola kebiasaan baik.
Orang tua lah yang menjadi teladan bagi anak di rumah, karena anak sejak kecil di dampingi orang tua dan meniru kebiasaan-kebiasaan baik dari orang tuanya sendiri.
Gebrakan Kemendikdasmen menerapkan 7 Kebiasaan Hebat ini menjadi bukti pemerintah memperhatikan pendidikan tidak hanya dapat dilakukan secara formal di sekolah.