26 Okt 2024 | Dilihat: 220 Kali

Kadisdik Aceh : Peran Guru Produktif dan Budaya Industri di SMK Negeri 1 Bireuen

noeh21
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., DEA, menyampaikan sejumlah poin penting dalam pertemuan bersama dewan guru SMK Negeri 1 Bireuen. | (Foto Disdik Aceh)
      
IJN - Bireuen | Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., DEA, menyampaikan sejumlah poin penting dalam pertemuan bersama dewan guru SMK Negeri 1 Bireuen pada Sabtu, 26 Oktober 2024. 

Sebelumnya Kadisdik Aceh melakukan pengecekan pada sejumlah ruang praktik, termasuk otomotif, teknik ringan, permesinan , pengelasan, dan jaringan komputer.

Pertemuan ini bertujuan membahas langkah-langkah strategi dalam pengembangan pendidikan vokasi di SMK agar lulusan dapat bersaing di dunia kerja. Kepala sekolah dan dewan guru menyambut baik arahan tersebut dan berharap adanya dukungan nyata untuk mengembangkan kemampuan siswa melalui sarana prasarana yang memadai dan tenaga pengajar yang berkompeten.

Marthunis memastikan pentingnya memastikan bahwa anggaran untuk sarana dan prasarana diimbangi dengan ketersediaan guru produktif yang kompeten. 

“Jangan sampai alat-alat yang disediakan tidak termanfaatkan karena tidak ada guru yang mampu mengajarkannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa anggaran pendidikan sering kali dipengaruhi oleh faktor politik, sehingga diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk memastikan kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Lebih lanjut, Marthunis menekankan visinya untuk menciptakan lulusan yang “berakhlak, inovatif, dan terampil”. Ia belajar agar budaya kerja industri diterapkan di lingkungan sekolah, sehingga siswa terbiasa dengan etos kerja yang akan mereka hadapi di dunia industri.

“Untuk mendukung hal ini, ia menyarankan agar dibuat poster atau tulisan motivasi di lingkungan sekolah yang mudah diingat siswa, sebagai pengingat akan pentingnya budaya kerja yang positif,” jelasnya.

Dalam konteks vokasi sekolah, Marthunis juga menekankan pentingnya "peningkatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk memberikan infrastruktur dalam pengelolaan anggaran.

Dengan status BLUD, sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan dana untuk pengembangan program dan fasilitas yang mendukung pembelajaran vokasi, sehingga sekolah dapat berinovasi dan menyesuaikan Selain kebutuhan industri yang terus berkembang,

Marthunis mengajak seluruh elemen pendidikan untuk "aktif berkolaborasi dengan industri dalam menyusun kurikulum dan program pelatihan. Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan langkah-langkah ini, SMK di Aceh diharapkan dapat menjadi pusat unggulan dalam vokasi pendidikan, mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.

Penulis : Hendri
Penyunting : Red