IJN - Aceh Tamiang | Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Geulanggang Meurak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, berlangsung dalam keterbatasan pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Hingga Kamis 8 Januari 2026, sejumlah kendala mendasar belum teratasi, tapi tak menyurutkan semangat siswa.
Hampir seluruh siswa mengenakan pakaian bebas ke sekolah. Seragam mereka rusak dan hanyut saat banjir, belum ada penggantian. Kondisi ini menjadi potret nyata untuk pemulihan pendidikan di wilayah bencana.
“Kami masih fokus agar anak-anak tetap bisa belajar, meski serba terbatas. Seragam sekolah siswa sudah tidak ada lagi,” ujar Abi Wahid, salah seorang guru.
Tak hanya soal seragam, keterbatasan sarana belajar juga menjadi persoalan utama. Proses pembelajaran sementara dilaksanakan dalam satu ruangan dan sebagian besar siswa harus duduk di lantai. Banyak meja dan kursi sekolah rusak serta tidak dapat digunakan akibat terendam lumpur.
Dalam kondisi itu, sekolah memprioritaskan kegiatan pemulihan psikologis siswa melalui program trauma healing. Guru berupaya menciptakan suasana belajar yang aman dan menenangkan, meskipun fasilitas belum memadai. Anak-anak pun semangat dalam setiap proses pembelajaran.
“Kami laksanakan pembelajaran sekaligus trauma healing, karena anak-anak masih terdampak secara psikologis,” kata Abi Wahid.
Sementara itu, sisa lumpur banjir masih menyelimuti sejumlah sudut sekolah. Petugas kebersihan sekolah membutuhkan peralatan tambahan untuk membersihkan lumpur yang mengeras. “Upaya pembersihan pun semakin berat karena hujan kembali turun dan membuat halaman sekolah semakin becek,” jelas Abi Wahid.
Abi juga melaporkan, mulai hari ini program MBG sudah masuk pascabencana banjir. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan pascabencana tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga perlengkapan belajar, kebersihan lingkungan, dan pemulihan mental peserta didik.
Plt. Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengatakan, pemerintah akan terus memberikan dukungan berkelanjutan agar sekolah dapat kembali berfungsi secara layak dan bermartabat. Kami berupaya memberikan perhatian lebih konkret agar anak-anak tidak terlalu lama belajar dalam situasi darurat.
"Kami sangat bangga melihat para guru di SDN Geulanggang Meurak, keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan proses pembelajaran," ungkap Murthalamuddin.
Penulis : Muhammad Zairin
Editor : Redaksi