08 Ags 2025 | Dilihat: 339 Kali

UPT MKU USK Gelar Bimtek Penyusunan Bahan Ajar untuk Dosen

noeh21
Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Bahan Ajar bagi para dosen pengampu mata kuliah umum. Foto. Ist
      
IJN - Banda Aceh | Dalam rangka menyambut perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK), Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Bahan Ajar bagi para dosen pengampu mata kuliah umum.
 
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari pada Kamis, 07 Agustus 2025, di Ruang Multimedia RKU 1 USK dan diikuti oleh lebih dari seratus dosen dari berbagai fakultas, termasuk dosen tidak tetap dan dosen kontrak yang mengampu mata kuliah umum di USK.
 
Bimtek menghadirkan Dr. Besse Darmawati, S.S., M.Pd., Peneliti Madya BRIN dari Kelompok Riset Pembelajaran Bahasa, Sastra, dan Literasi. Ia memaparkan strategi desain bahan ajar berbasis pendekatan inovatif dan aplikatif.

Menurutnya, penyusunan bahan ajar sangat penting terlebih yang mampu mendorong partisipasi aktif mahasiswa serta relevan dengan perkembangan zaman.
 
Kepala UPT MKU USK, Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., dalam sambutannya menyatakan bahwa bahan ajar merupakan fondasi utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan bermutu.

Ia juga menegaskan bahwa UPT MKU terus berkomitmen menginternalisasikan nilai-nilai Ke-Syiah Kualaan dan penguatan karakter dalam pembelajaran.

“Dosen harus menjadi role model bagi mahasiswa, tidak hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dalam sikap, etika, dan nilai-nilai ke-Syiah Kuala dan karakter perlu diimplementasikan dalam kehidupan nyata,” tegasnya.
 
Wakil Rektor I USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.S., IPU, saat membuka acara, turut menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus diawali dari proses pembelajaran yang sadar, terukur, dan berdampak pada perubahan perilaku mahasiswa.

“Perubahan kognitif itu lebih mudah dicapai daripada perubahan sikap. Karena itu, dosen harus menjadi teladan nyata,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar segera lahir Peraturan Rektor yang mengatur penyelenggaraan mata kuliah umum di bawah UPT MKU.

“Kita dorong tahun ini lahirnya Pertor yang mengatur standar evaluasi, rekrutmen dosen, dan tata kelola UPT MKU,” tambahnya.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel, di mana para dosen menyusun bahan ajar secara fokus berdasarkan rumpun mata kuliah masing-masing.

Mata kuliah yang dibahas meliputi: Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Kebencanaan dan Lingkungan.

Setiap kelompok dipandu oleh koordinator mata kuliah untuk menyusun perangkat ajar yang terstruktur, sistematis, dan siap diterapkan.
 
Melalui kegiatan ini, UPT MKU USK menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi pembelajaran, memperkuat peran dosen sebagai penggerak perubahan, serta memastikan bahan ajar yang disusun berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas lulusan USK. 




Penulis: Redaksi