IJN - Simeulue | Cuaca sedikit mendung, rintik hujan pun berlahan turun. Namun, sekumpulan orang tak jauh dari Perumahan Telkom (Perumtel), di Desa Suka Jaya, Lorong Tauhao, Kecamatan Simeulue Timur, tampak sibuk membersihkan sebidang tanah berdempetan dengan sebuah rumah berkontruksi kayu mulai lapuk, teras beratapkan terpal usang dan bocor.
Mereka yang sibuk membersihkan sebidang tanah itu adalah warga Lorong Tauhao. Sebagian warga di sana menyebutnya Lorong EL. Mereka sedang membersihkan lokasi tempat dibangunnya sebuah rumah tipe 36 permanen, bantuan pemerintah Simeulue, kepada Rita Wati (15).
Rita, begitu warga di sana menyapanya, adalah seorang anak yatim piatu di lorong tersebut yang telah ditinggal kedua orang tuanya. Sang Ibu meninggal beberapa bulan lalu karena sakit. Delapan bulan kemudian sang Ayah menyusul Ibunda tercita menghadap Illahi.
"Ayahnya meninggal empat hari lalu karena sakit paruh. Kalau Ibunya meninggal bulan sebelas (November) kemarin karena sakit juga," Kata sejumlah warga di sana.
Beberapa saat kemudian, Senin 22 Juni 2020 sekitar jam 15:30 WIB, sebuah mobil hitam berplat BL 1 S tiba di lorong Tauhao dan berhenti sekitar 20 meter tak jauh dari Rumah Rita, gadis remaja sebatang kara itu.
Ternyata Allah menuntun langkah orang nomor satu di Kabupaten Simeulue itu. Turun dari mobil dinasnya, Erli Hasim (Erhasi) lansung berjalan menuju Rumah Rita.
Datang bersama sejumlah Kepala SKPK dan anggota Ormas G2MPS, Kepala Daerah kepulauan yang dikenal tak menjaga jarak dengan warganya itu, disambut hangat oleh Rita dan sejumlah warga lainnya.
"Assalamualaikum," Ucapnya seraya disahuti Walaikumsallam oleh Rita dan warga di sana sembari menyalami pejabat nomor satu kepulauan itu.
"Sabar ya nak, semua ini ada hikmahnya, Kata Erli Hasim, sembari mengelus kepala Rita, mengawali perbincangannya dengan Rita dan warga Lorong Tauhao.
Di sana, Bupati Simeulue, Erli Hasim, melihat kondisi Rumah gadis sebatang kara itu. Dihadapan Rita dan warga, ia berjanji akan membangun rumah layak huni untuk anak yatim piatu itu. Dibuktikan material seperti pasir dan batu menyusul masuk di halaman Rumah Rita.
Kepada sejumlah pegawai Dinas PUPR Simeulue yang turut ke lokasi, Erli menegaskan agar Rumah tersebut segera dibangun permanen.
"Rumah ini segera dibangun ya, biar Permanen. Kalau ada kebutuhan yang kurang pembangunan Rumah ini biar tanggung jawab saya," Kata Erli, kepada pegawai PUPR.
Disela menyambangi Rumah yatim piatu ini, Erhasi menyerahkan sejumlah paket sembako dan perlengkapan Shalat kepada Rita.
Sekitar 30 menit di sana, Erli Hasim pun pamit pulang sembari terus menyemangati Rita agar terus berjuang hidup meski sebatang kara.
"Harus semangat ya, jangan putus asa. Saya gak mau gara - gara ini berhenti Sekolahnya," Katanya.
Penulis : JI