30 Ags 2021 | Dilihat: 564 Kali

Seorang Nelayan di Nagan Raya Tenggelam Dihantam Gelombang Besar

noeh21
Tim Basarnas saat dilokasi kejadian (Foto:Hendria Irawan/IJN)
      

IJN - Nagan Raya | Seorang nelayan warga Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir dikabarkan tenggelam akibat dihantam gelombang besar dan terjatuh di muara Kuala Tuha.

Kepala BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi INDOJAYANEWS.COM, Senin 30 Agustus 2021.

"Kejadian terjadi sekitar Pukul 12.10 WIB, saat ini tim BPBD telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk proses pencarian,"kata Irfanda Rinaldi.

Secara terpisah, Zulhelmi Dantim Pos SAR Meulaboh dilokasi mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban. "Saat ini kita fokus pencarian di darat terlebih dahulu, dan kita sisir dari arah barat ke arah selatan,"kata Zulhelmi Dantim Pos SAR Meulaboh.

Ia menjelaskan, tim dari Basarnas Meulaboh mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada korban tenggelam di muara Kuala Tuha.

"Kita terus berupaya bersama tim BPBD Nagan Raya, Polsek Kuala Pesisir, dan Babinsa untuk melakukan pencarian terhadap korban tenggelam,"jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Nagan Raya AKBP Setiawan Eko Prasetya melalui Kapolsek Kuala Pesisir Ipda Very Syahputra, S.H mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekirar Pukul 12.10 Wib, sepulang dari melaut, saat sampai di muara bot tersebut di hantam gelombang tinggi sehingga korban terjatuh ke laut akibat bot tersebut terlalu miring.

Korban Zulkifli (40) saat itu bersama rekannya Safar (45) warga Desa Langkak. Korban Zulkifli terhempas ke laut akibat dihantam gelombang besar. Namun Safar ingin memberikan pertolongan dengan melepar tali bantuan dari bot, namun korban menolak tali yang diberikan tersebut.

"Korban berdua dalam boat bersama satu rekannya, 10 menit setelah kejadian kita dapat laporan langsung ke TKP,” kata kata Kapolsek.

Ia menyebut, indentitas korban Zulkifli (40) warga Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Tambah Kapolsek, pihaknya bersama unsur muspika, Basarnas, BPBD Nagan Raya terus melakukan proses pencarian.

 

Penulis: Hendria Irawan