20 Sep 2026 | Dilihat: 28 Kali

Edi Obama Terima Pataka PPP, Bawa Amanah ke 23 Kabupaten Kota

noeh21
Ketua DPC PPP Kabupaten Bireuen Edi Saputra SH. MM menerima Pataka partai yang diserahkan Ketua DPW PPP Aceh, Dr. Amiruddin Idris, M.Si. Foto : IJN/Ist.
      
IJN - Banda Aceh | Pataka kebesaran Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpindah tangan. Dari panggung pelantikan di Banda Aceh, simbol perjuangan itu diserahkan Ketua DPW PPP Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., kepada Ketua DPC PPP Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M. atau Edi Obama.
 
Penyerahan pataka tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pelantikan DPW PPP Aceh dan DPC PPP se-Aceh masa bakti 2026–2031 di Ballroom Anggun, Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 19 September 2026 malam. 
 
Didampingi Sekretaris DPC PPP Bireuen, Muhammad Reza, S.Ked., M.K.M., Edi Obama menerima pataka bukan hanya sebagai simbol kebesaran partai, tetapi juga sebagai amanah untuk menggerakkan kader dan memperkuat konsolidasi PPP di daerah.
 
“Terus bergerak ke daerah-daerah, ke pelosok-pelosok. Pataka yang barusan kita kibarkan tadi kita serahkan kepada kader-kader kita. Hijaukan seluruh Aceh,” kata Amiruddin.
 
Kalimat tersebut menjadi pesan yang melekat pada penyerahan pataka. Bagi PPP Aceh, konsolidasi tidak berhenti di panggung pelantikan, tetapi harus diteruskan hingga ke akar rumput.
 
Edi Obama mengatakan dirinya bersama jajaran DPC PPP Bireuen siap menjalankan amanah tersebut.
 
“Pataka ini adalah simbol kepercayaan, kehormatan dan tanggung jawab perjuangan. Kami siap menjaga amanah ini dan mengibarkan panji PPP bersama seluruh kader di seluruh pelosok Aceh,” katanya. 
 
Menurut Edi, amanah tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk kerja organisasi yang nyata, memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta membangun soliditas antar kader.
 
“Yang paling penting adalah bagaimana amanah ini kita wujudkan dengan kerja nyata. Kita ingin PPP hadir dan dirasakan masyarakat, bukan hanya ketika ada agenda politik, tetapi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” katanya.
 
Sementara Muhammad Reza menilai momentum pelantikan menjadi titik awal untuk menyatukan langkah seluruh struktur PPP di Aceh.
 
“Ini momentum untuk menyatukan langkah. Perjuangan besar membutuhkan soliditas seluruh kader dan struktur untuk bergerak bersama,” ujarnya.
 
Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP PPP, H. Muhamad Mardiono. Dalam arahannya, Mardiono menekankan pentingnya soliditas, pengorbanan, komunikasi dengan masyarakat serta kerja nyata kader untuk membesarkan partai.
 
Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2031, PPP Aceh kini memasuki fase konsolidasi organisasi di 23 kabupaten/kota.
 
Bagi Edi Obama, pataka yang diterimanya malam itu menjadi pengingat bahwa perjuangan partai tidak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang organisasi.
 
Pataka harus bergerak. Kader harus turun. Masyarakat harus ditemui.
 
Dan dari Banda Aceh, amanah itu kini dibawa kembali ke daerah untuk diteruskan bersama seluruh kader PPP di Aceh.
 
Dengan semangat “Hana So Keunek Publa”, PPP Aceh menatap periode baru dengan tekad memperkuat struktur dan mengibarkan panji partai hingga ke pelosok Aceh.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin