06 Okt 2024 | Dilihat: 597 Kali

Perusakan APK Bustami-Fadhil Meluas ke Bireuen

noeh21
Perusakan alat peraga kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk milik pasangan calon gubernur Aceh nomor urut 1 Bustami Hamzah– Fadhil Rahmi terus berlanjut dan meluas. Foto. Istimewa
      
IJN - Banda Aceh | Perusakan alat peraga kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk milik pasangan calon gubernur Aceh nomor urut 1 Bustami Hamzah– Fadhil Rahmi terus berlanjut dan meluas.

Selain di Aceh Tamiang, perusakan juga terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Bireuen.
 
Informasi terbaru yang diterima tim Posko Pemenangan Bustami–Fadhil, pada Minggu dini hari, 6 Oktober 2024, spanduk milik paslon nomor 1 dirusak orang tidak kenal  (OTK) di Gampong Cot Ijue dan Gampong Baro, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Baca juga : Sejumlah APK Bustami-Fadhil Dirusak OTK di Aceh Tamiang
 
Sehari sebelumnya, perusakan APK Bustami – Fadhil juga terjadi di Gampong Paya Meuneng, Pantee Gajah, Cot Nga, Paloh, dan Gampong Cot Puuk di kecamatan yang sama.
 
“Semua spanduk yang dipasang di pinggir jalan pada sejumlah lokasi dalam masing-masing gampong tersebut, telah dirusak dengan cara dipotong, menggunakan senjata tajam jenis,” kata Cut Lem, salah satu anggota tim pemenangan Bustami – Fadhil di Bireuen.
 
Berdasarkan laporan masyarakat, kata Cut Lem, pelaku perusakan APK tersebut menggunakan sepeda motor dan bergerak saat dini hari hingga menjelang Subuh, pada Sabtu dan Minggu (5 - 6 /10/2024).
 
Perusakan juga menimpa sebuah baliho (billboard) yang memajang wajah Bustami –Fadhil di Gampong Paya Jurong, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Baliho yang terpasang di pinggir jalan raya itu dipotong sedemikian rupa sehingga hanya menyisakan bagian hidung hingga kepala.
 
Sebelumnya, juga dilaporkan perusakan APK milik paslon Gubernur Aceh nomor urut 1, Bustami Hamzah – Fadhil Rahmi terjadi dibeberapa desa dalam Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.
 
“Kami minta kasus perusakan ini harus diusut oleh pihak aparat kepolisian dan Panwaslih. Ini jelas tindakan yang tidak boleh ditolerir, karena akan membuat jalannya pilkada tidak aman dan damai. Dan pelaku harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya ini. Kami masyarakat ingin hidup aman dan damai,” demikian ucap Cut Lem.



Penulis : Hendria Irawan

 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas