30 Sep 2021 | Dilihat: 1004 Kali

PKS Persilakan Kader Poligami, Janda Diutamakan

noeh21
Gedung PKS (Andhika Prasetia/detikcom)
      
IJN - Jakarta | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempersilakan kadernya melakukan poligami. Kader yang mampu secara ekonomi boleh melakukan itu, tetapi harus mengutamakan janda.

Kebijakan itu merupakan bagian dari program solidaritas tiga pihak PKS. Anjuran bagi kader pria yang mampu berpoligami itu ada di poin B nomor 8 surat tersebut.

"Anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu mengutamakan pilihannya kepada aromil (janda) atau awanis," demikian keterangan dalam surat tersebut.

Baca Juga: Jubir Partai Aceh Sebut Pasangan Ramli-Mualem Belum Final

Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat membenarkan surat tersebut. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah melakukan berbagai kajian dan komunikasi dengan sejumlah pihak di internal PKS.

"Iya, saya sebagai ketuanya sudah tanda tangan, ibu-ibu sudah melakukan kajian, dan sudah kita komunikasikan dengan Presiden PKS (Achmad Syaikhu), DPP dan memberikan masukan-masukan," kata Surahman dalam sebuah video yang ia kirimkan kepada CNNIndonesia.com, Kamis 30 September 2021.

Surahman mengklaim, program ini juga telah disetujui oleh para kader perempuan PKS. Bahkan, masalah ini sempat dibahas di Komisi Bina Keluarga Sakinah.

Baca Juga: Fraksi Partai Aceh Minta Pemerintah Aceh Serius Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

"Mayoritas dari anggota komisi itu dari perempuan, dan kader-kader tentu saja pengurus, tidak semua kader tentu saja yang jadi pengurus yang sudah punya pengalaman dan seterusnya dan seterusnya," jelasnya.

Ia menjelaskan, latar belakang PKS membuat program tersebut lantaran kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya, akibat Covid, banyak kader PKS yang meninggal dunia.

Baca Juga: Kemenkes Sayangkan Perusakan Alat Vaksinasi di Abdya

Lagipula, menurutnya, ini bukan hal baru di PKS. Ia menekankan, seruan tersebut bersifat imbauan, bukan paksaan kepada seluruh kader. "Itu kan pilihan individu saja, menjaga fitrah, silakan. Yang penting tidak melanggar syariat dan hukum. beberapa anggota bahkan pengurus berhasil memperlebar pintu rezeki," tuturnya.




Sumber: CNNIndonesia
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas