IJN - Banda Aceh | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus berupaya memastikan keandalan pasokan listrik yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat. Sebagai langkah proaktif yang menjadi fokus utama dalam memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, PLN UID Aceh kini telah menghadirkan fasilitas Disaster Recovery Center terintegrasi guna menjamin kelangsungan suplai energi serta mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah Aceh pada saat situasi darurat.
General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas pusat pemulihan bencana ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam merespons tantangan cuaca ekstrem secara cepat dan terukur.
"Langkah mitigasi ini sangat penting agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman. Disaster Recovery Center yang kami hadirkan ini terintegrasi dengan pihak-pihak terkait seperti BPBA dan BPBD, serta berfungsi sebagai posko utama sekaligus alur komando terpusat dalam penanganan krisis kelistrikan pascabencana," ujar Eddi.
Selain membangun pusat pemulihan bencana, PLN juga telah melakukan evaluasi serta perbaikan infrastruktur secara komprehensif di lapangan. Belajar dari insiden robohnya 14 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) akibat cuaca ekstrem sebelumnya, infrastruktur transmisi tersebut kini tengah dalam tahap relokasi permanen untuk menjauh dari kawasan aliran sungai yang rawan, sehingga potensi terdampak bencana alam di masa mendatang dapat ditekan secara signifikan.
Langkah mitigasi yang kuat ini juga diiringi dengan pembaruan kondisi kelistrikan Aceh yang kini semakin tangguh berkat sinergi berkelanjutan dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (SBU).
Saat ini, pihak UIP SBU tengah melaksanakan pembangunan infrastruktur backbone jaringan transmisi 275 kV dari Sigli hingga Pangkalan Brandan, serta penyelesaian jaringan dari Tapaktuan menuju Subulussalam guna memperkuat keandalan pasokan di provinsi ini.
"Dengan dukungan pembangunan infrastruktur jaringan dari rekan-rekan UIP SBU, apabila terjadi gangguan pada satu jalur penyaluran, maka sistem transmisi cadangan akan langsung mengambil alih beban pasokan. Di samping itu, keandalan listrik Aceh juga akan semakin meningkat seiring dengan target beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 80 Megawatt pada tahun ini untuk mendorong kemajuan ekonomi dan investasi daerah," tambah Eddi.
Segala inovasi mitigasi dan peningkatan keandalan infrastruktur kelistrikan ini merupakan wujud dedikasi PLN untuk terus menerangi negeri serta melayani masyarakat Aceh. Guna memberikan kemudahan akses layanan secara praktis, PLN mengajak seluruh pelanggan untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile, yang siap melayani berbagai kebutuhan mulai dari pengaduan gangguan, permohonan pasang baru, hingga pembayaran tagihan secara cepat langsung dari genggaman.
Penulis | Muhammad Zairin
Editor | Redaksi