IJN - Bireuen | Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (Ummah) untuk menjadi generasi muda yang berani menolak dan memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Napza).
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan pada kegiatan Masa Ta’aruf dan Baitul Arqam Mahasiswa Baru Angkatan V Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus Induk Ummah Aceh, Bireuen, Senin 14 September 2026.
Dalam pembekalan bertema “Pencegahan dan Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, Napza, Judi Online dan Phishing” itu, AKBP Yulhendri menempatkan penyalahgunaan Napza sebagai salah satu ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.
Kapolres mengatakan, mahasiswa merupakan bagian penting dari masyarakat sekaligus calon pemimpin bangsa. Karena itu, mahasiswa harus mampu menjaga diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, masa depan serta kehidupan sosial.
“Mahasiswa harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan tidak mudah terpengaruh ajakan lingkungan yang negatif,” ucap AKBP Yulhendri.
Menurutnya, penyalahgunaan Napza tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan sosial dan kriminalitas. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama dengan membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan positif.
Kapolres mengingatkan mahasiswa agar selektif dalam memilih teman dan tidak mudah menerima ajakan yang berpotensi menjerumuskan pada penyalahgunaan narkoba.
Ia juga meminta mahasiswa tidak mencoba narkoba dengan alasan sekadar ingin tahu atau mengikuti ajakan teman.
“Jangan pernah mencoba Napza. Jangan sampai rasa penasaran sesaat menghancurkan masa depan yang sedang dibangun,” tegasnya.
Selain menjaga diri, mahasiswa juga didorong untuk ikut menciptakan lingkungan kampus yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat memberikan edukasi kepada lingkungan sekitarnya.
Kapolres menegaskan, upaya pencegahan Napza tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan civitas akademika.
Dalam pembekalan tersebut, Kapolres juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam berbagai persoalan lain yang dapat mengganggu masa depan, seperti judi online dan kejahatan digital.
Ia mengajak mahasiswa menggunakan teknologi secara bijaksana serta memanfaatkan masa muda untuk belajar, berkarya dan meraih prestasi.
“Kalau ingin mencari penghasilan, bangun usaha. Kalau ingin dikenal, bangun prestasi. Kalau ingin memiliki pengaruh, jadilah pemimpin yang berintegritas,” pesannya.
AKBP Yulhendri menegaskan mahasiswa bukan sekadar objek keamanan, tetapi merupakan mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor anti-Napza dan ikut menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat dan bebas narkoba,” katanya.
Mengakhiri pembekalannya, Kapolres mengajak seluruh civitas akademika Ummah untuk bersama-sama membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas dan memiliki masa depan yang bebas dari penyalahgunaan Napza
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bireuen turut menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Rektor Ummah Dr. H. Muharrir Asy’ari, Lc., M.Ag.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin