16 Jul 2025 | Dilihat: 284 Kali

Tanam Kacang Tanah, TNI bersama Warga buka Lahan Tidur di Turuecut

noeh21
Satuan Yonif TP-857/GG Brigif TP-90/Yonif Gardapati Dam IM bersama warga Desa Turuecut, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, buka lahan tidur. | (Foto IJN)
      
IJN - Pidie | Di tengah hamparan lahan yang lama terbengkalai, semangat kebersamaan dan gotong royong kembali menyala. Satuan Yonif TP-857/GG Brigif TP-90/Yonif Gardapati Dam IM bersama warga Desa Turuecut, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, melaksanakan kegiatan pembukaan lahan untuk budidaya kacang tanah, Rabu, 16 Juli 2025.
 
Program ini mengusung tema “TNI Hadir di Tengah Rakyat, Buka Lahan dan Tanam Harapan,” sebuah ungkapan yang mencerminkan tekad TNI untuk selalu berada di sisi masyarakat, menghadirkan solusi nyata, dan menumbuhkan semangat kemandirian pangan.
 
Kegiatan pembukaan lahan ini diikuti oleh 29 personel Kompi Pertanian Yonif TP-857/GG serta 10 orang petani setempat. Turut hadir dalam kegiatan itu Letda Inf Putra Bahrumi, S.TP., selaku Danton Pertanian Padi & Palawija Yonif TP-857/GG, bersama warga setempat, Sofian Ibrahim yang dikenal sebagai salah satu petani tertua dan berpengalaman di kelompok tani Desa Turuecut.
 
Kegiatan dimulai dengan silaturahmi bersama para petani, membangun komunikasi dan rasa saling percaya yang menjadi fondasi penting kerja sama di lapangan. Dalam suasana penuh kehangatan, dilaksanakan pula sosialisasi tentang pentingnya swasembada pangan, khususnya budidaya kacang tanah yang bernilai ekonomis dan cocok dikembangkan pada lahan-lahan tidur.
 
Selanjutnya, seluruh peserta bergotong royong membersihkan lahan, menebas semak, memotong gulma, dan mengumpulkan sisa tanaman atau sampah organik.
 
Setelah lahan bersih, kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan tanah, termasuk pembajakan atau pengemburan, perataan, dan pembuatan bedeng yang rapi. Tak ketinggalan, saluran irigasi dan drainase juga dibuat demi memastikan pengairan yang baik untuk keberhasilan budidaya.
 
Menanam Harapan untuk Masa Depan
 
Letda Inf Putra Bahrumi dalam sambutannya menegaskan komitmen TNI untuk mendukung program ketahanan pangan. “Kami hadir untuk membantu masyarakat memanfaatkan lahan tidur, meningkatkan produksi pangan, dan menambah penghasilan petani. Kebersamaan inilah kekuatan kita,” ujarnya.
 
Bapak Sofian Ibrahim, mewakili petani setempat, menyambut gembira kegiatan ini.
"Sudah lama lahan ini tak diolah. Sekarang dengan bantuan TNI, kami optimis bisa menanam kacang tanah dan meningkatkan hasil tani kami,” ungkapnya penuh semangat.
 
Program budidaya kacang tanah di Turuecut bukan sekadar aktivitas menanam, tetapi juga menanam asa: harapan agar desa semakin maju, masyarakat lebih mandiri, dan persaudaraan antara rakyat dan TNI semakin erat.
 
Kegiatan berakhir dalam suasana aman, tertib, dan lancar. Senyum lelah para petani dan prajurit seolah menegaskan satu hal: di tanah yang kembali diolah ini, tumbuh bukan hanya tanaman, melainkan juga persatuan, kerja sama, dan cita-cita untuk masa depan yang lebih baik.
 
Penulis : Red