IJN - Bireuen | Suasana libur Idul Fitri selalu membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata lokal. Salah satunya terlihat di kawasan wisata alam Pemandian Batee Iliek yang dipadati pengunjung hingga hari ke lima lebaran, Rabu, 25 Maret 2026.
Terletak di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, pemandian alami ini menawarkan pesona air sungai yang jernih dan dingin, berpadu dengan panorama perbukitan hijau yang menenangkan. Tak heran, lokasi ini menjadi pilihan utama warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.
Sejak pagi hari, arus kendaraan di lokasi terlihat ramai. Pengunjung datang tidak hanya dari wilayah Bireuen, tetapi juga dari kabupaten tetangga seperti Lhokseumawe dan Aceh Utara. Mereka memanfaatkan momen libur panjang untuk bersantai, mandi, hingga sekadar menikmati suasana alam.
Di sepanjang aliran sungai, terlihat anak-anak hingga orang dewasa larut dalam kegembiraan. Tawa riang pecah saat mereka bermain air, sementara sebagian lainnya memilih duduk di bebatuan sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah.
“Setiap lebaran kami selalu ke sini. Airnya segar dan tempatnya masih alami,” ujar Rahmad, salah seorang pengunjung asal Bireuen.
Selain keindahan alam, keberadaan fasilitas pendukung seperti pondok-pondok istirahat dan warung kuliner sederhana turut menambah kenyamanan wisatawan.
Pedagang lokal pun merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah pengunjung. Mereka menjajakan aneka makanan dan minuman khas untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan.
Meski demikian, pengunjung diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan berhati-hati saat berada di area sungai, terutama bagi anak-anak. Kesadaran bersama dinilai penting agar keindahan Pemandian Batee Iliek tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Momentum lebaran tahun ini kembali menegaskan bahwa wisata alam lokal masih menjadi primadona. Di tengah kesederhanaannya, Batee Iliek mampu menghadirkan kebahagiaan yang tak tergantikan—tentang kebersamaan, alam, dan kenangan yang terus hidup dari tahun ke tahun.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin