16 Jul 2024 | Dilihat: 355 Kali

DPMG Fokus Penguatan Kapasitas Aparatur Gampong

noeh21
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP, M.Si, | (Foto Ist)
      
IJN – Banda Aceh | Melalui Gampong atau Desa menjadi fondasi utama dalam pembangunan di Provinsi Aceh. Hal tersbut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP, M.Si, menyatakan komitmennya untuk terus memberdayakan masyarakat gampong guna meningkatkan kualitas serta meningkatkan kapasitas aparatur gampong.

Berbagai sektor penting yang harus dikonsentrasikan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan termasuk wisata semua berawal dari gampong.

“Semua sektor bermula dari gampong, kami fokus pada pengembangan kapasitas dan sumber daya manusia, peningkatan paran serta masyarakat dengan pengembangan dan pengelolaan potensi lokal,” kata T Aznal, Kamis 18 Juli 2024 di kantornya.

Perlu diketahui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh mengusung tagline “Membangun Aceh dari Gampong.” Semua pembangunan dimulai dari gampong, namun jika gampongnya maju dan sejahtera, maka secara otomatis kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi juga akan maju dan sejahtera. Sebab diseluruh Aceh terdiri dari gampong, bukan kelurahan.

Lanjut Aznal, untuk tahun 2024 ini, dana desa memprioritaskan pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan program pencegahan stunting. anggaran yang bersumber dari Kementerian Dalam Negeri diprioritaskan untuk Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).

Data yang diperoleh media ini, sebanyak 17.000 lebih aparatur gampong akan dilatih untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat gampong.

T Aznal mengatakan aparatur gampong memegang peran yang sangat strategis dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Mereka perlu memahami kondisi dan potensi gampong serta terus meningkatkan kapasitas diri.

“Pembinaan terhadap Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) juga menjadi prioritas, terutama dalam perencanaan, manajemen dan pengelolaan keuangan,” katanya.
Aceh, dengan total 6.500 gampong, adalah provinsi dengan jumlah desa terbesar ketiga di Indonesia. Upaya peningkatan kapasitas dan pembangunan gampong ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan Aceh secara keseluruhan.

Contohnya, beberapa gampong mungkin unggul dalam sektor perikanan, sementara gampong lain mungkin fokus pada peningkatan kerajinan UMKM yang melibatkan perempuan. Pendekatan ini bertujuan agar setiap gampong dapat menjadi mandiri dan memaksimalkan potensi lokalnya.

Pembangunan dari gampong diharapkan mampu menggerakkan roda fondasi ekonomi menjadi kuat bagi pembangunan Aceh.

“Kami mengimbau gampong-gampong di Aceh untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Kami berharap masyarakat gampong semakin mandiri, sejahtera dan mampu memanfaatkan potensi lokal yang ada,” tutup Aznal. (Adv)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas