02 Okt 2026 | Dilihat: 32 Kali

RSUD Fauziah Kembangkan Layanan Unggulan di Era Mukhlis-Razuardi

noeh21
Bupati Bireuen H. Mukhlis saat meninjau salah satu ruangan peralatan media di RSUD dr. Fauziah Bireuen. Foto : IJN / Ist
      
IJN - Bireuen | Di tengah perjalanan kepemimpinan Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T. dan Wakil Bupati Ir. H. Razuardi, M.T., Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mendorong pengembangan pelayanan kesehatan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Fauziah.
 
Memasuki peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026, sejumlah langkah pengembangan rumah sakit tipe B tersebut telah dilakukan, mulai dari perluasan lahan, rehabilitasi ruang rawat inap, pengadaan peralatan medis hingga pengembangan sejumlah layanan unggulan.
 
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, Kamis, 1 Oktober 2026 kepada IJN mengatakan pengembangan RSUD dr. Fauziah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi rumah sakit tersebut sebagai salah satu pusat rujukan regional di Aceh.
 
RSUD dr. Fauziah selama ini, ucapnya melayani rujukan tidak hanya dari Kabupaten Bireuen, tetapi juga dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.
 
Dari sisi layanan, rumah sakit tersebut memiliki dokter spesialis yang relatif lengkap dan telah mengembangkan tujuh divisi subspesialistik, yakni bedah digestif, bedah vaskuler, bedah onkologi, cardio intervensi, konsultan kardiovaskuler, konsultan cardiointensif dan konsultan emergency, serta layanan perawatan intensif anak.
 
Dia mengatakan, dikembangkan sejumlah layanan unggulan dan spesialistik seperti mata-retina, bedah saraf, ortopedi, cath lab, MRI, CT Scan, endoskopi serta berbagai layanan penunjang diagnostik lainnya.
 
Pengembangan juga mencakup pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), Intensive Coronary Care Unit (ICCU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), kamar bedah serta poliklinik rawat jalan.
 
Perluasan Lahan
 
Salah satu langkah strategis Pemkab Bireuen adalah pembebasan lahan baru untuk RSUD dr. Fauziah seluas sekitar 19.000 meter persegi melalui mekanisme ruislag atau tukar guling dengan TNI.
 
Muhajir menjelaskan, proses ruislag bekas asrama TNI AD yang berada di belakang RSUD dr. Fauziah sebelumnya telah berlangsung selama sekitar 24 tahun tanpa penyelesaian. Dalam kepemimpinan Mukhlis-Razuardi, proses tersebut kembali didorong hingga dapat berjalan, dengan dukungan Dandim 0111/Bireuen dan Danrem Lilawangsa.
 
Lahan hasil ruislag tersebut kini mulai dikembangkan. Pembangunan pagar dan penimbunan lahan sedang dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pengembangan kawasan rumah sakit ke depan.
 
Layanan Medis Terus Diperkuat
 
Pada 2025, RSUD dr. Fauziah juga telah menyelesaikan rehabilitasi ruang rawat inap. Ruangan yang telah direhabilitasi kini kembali digunakan untuk memberikan pelayanan kepada pasien.
 
Muhajir mengatakan, penguatan layanan jantung dilakukan melalui pengembangan Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), termasuk pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,87 miliar yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) 2025. Layanan tersebut kini telah aktif melayani pasien.  
 
Di bidang bedah digestif, lanjutnya, pemerintah daerah mengembangkan layanan melalui pengadaan peralatan kedokteran endoskopi dengan anggaran sekitar Rp4,4 miliar yang bersumber dari Dana Otsus 2025.  
 
Layanan endoskopi tersebut telah dimanfaatkan masyarakat. Dalam periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 106 pasien telah mendapatkan pelayanan endoskopi di RSUD dr. Fauziah.
 
Pengembangan layanan jantung juga dilakukan melalui layanan kateterisasi jantung atau cath lab yang diperoleh melalui hibah Kementerian Kesehatan dalam Proyek SIHREN 2026. Layanan tersebut saat ini telah beroperasi dan melayani pasien.
 
Tidak hanya penguatan sarana dan layanan medis, RSUD dr. Fauziah juga sedang berproses meningkatkan statusnya dari rumah sakit pendidikan satelit menjadi rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim. Proses tersebut kini berada dalam tahap penilaian Kementerian Kesehatan.
 
Diperkuat sebagai Rumah Sakit Rujukan
 
Menurut Muhajir, pengembangan RSUD dr. Fauziah tidak semata-mata diarahkan pada penambahan fasilitas, tetapi juga untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas.
 
Sebagai rumah sakit rujukan regional, RSUD dr. Fauziah juga menjalankan fungsi jaring pengaman sosial kesehatan dengan memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan, Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), maupun masyarakat kurang mampu, katanya. 
 
Rumah sakit tersebut juga menjadi tempat praktik, magang dan pelatihan bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan serta tenaga kesehatan lainnya dari berbagai institusi pendidikan di Aceh.
 
Di sisi promotif dan preventif, RSUD dr. Fauziah turut berperan dalam promosi kesehatan, pencegahan penyakit serta pelaksanaan berbagai program screening kesehatan bagi masyarakat.
 
“Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, didukung manajemen RSUD dr. Fauziah, akan terus memberikan dukungan terbaik demi mewujudkan rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan layanan prima,” kata Muhajir.
 
Ia berharap seluruh ikhtiar pengembangan RSUD dr. Fauziah dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Bireuen dan daerah sekitarnya.
 
“Harapannya, RSUD dr. Fauziah menjadi tempat masyarakat melabuhkan harapan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik bagi diri dan keluarganya,” demikian Muhajir.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin