24 Sep 2026 | Dilihat: 15 Kali

20 Korcam Tani Merdeka Diminta Turun ke Petani

noeh21
Bupati Bireuen, H. Mukhlis menyerahkan petaka kepada pengurus Tani Merdeka Indonesia yang baru dilantik.Foto: IJN / Ist.
      
IJN - Bireuen | Pelantikan 20 Koordinator Kecamatan (Korcam) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen periode 2026-2031 tidak sekadar menjadi agenda organisasi. Para pengurus baru didorong hadir langsung di tengah petani, menyerap persoalan dari desa dan menghubungkannya dengan pemerintah.
 
Pesan tersebut mengemuka dalam pelantikan Korcam Tani Merdeka Indonesia yang dirangkai dengan peringatan Hari Tani Nasional ke-66 di Aula Hotel Bireuen Jaya, Kamis, 24 September 2026. 
 
Kegiatan mengusung tema “Mengawal Swasembada Pangan dari Desa untuk Indonesia Emas 2045” dan diikuti sekitar 340 peserta. Mereka berasal dari 20 kepengurusan Korcam yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen.
 
Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., yang juga Ketua Dewan Penasehat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen, mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah.
 
Karena itu, menurutnya, penguatan organisasi petani harus bermuara pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.
 
“Kehadiran Tani Merdeka Indonesia di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara petani, pengurus daerah dan pemerintah,” kata Mukhlis.
 
Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Bireuen siap membangun sinergi dengan Tani Merdeka Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
 
Mukhlis juga mengingatkan tantangan sektor pertanian semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga hasil pertanian, ketersediaan pupuk hingga tuntutan modernisasi teknologi.
 
“Kita dituntut tidak hanya bertahan, tetapi juga berinovasi dan maju,” sebutnya. 
 
Sekretaris DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen Asnawi, SP., dalam laporan panitia menyebutkan kepengurusan yang dilantik memiliki masa kerja 2026-2031.
 
Ia mengatakan organisasi tersebut saat ini memiliki 15.665 anggota yang tersebar di 609 desa di Kabupaten Bireuen, terdiri atas kelompok tani dan tokoh masyarakat.
 
Menurut Asnawi, pelantikan diharapkan menjadi titik awal bagi pengurus untuk bekerja nyata. Korcam diminta aktif hadir ketika petani membutuhkan pendampingan, mendengar aspirasi serta memperkuat kebersamaan di tingkat kecamatan dan desa.
 
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Teknologi Inovasi Pengelolaan Irigasi, Ir. Hendri Sosiawan, CESA, menegaskan pengurus organisasi petani tidak boleh berhenti pada persoalan jabatan.
 
“Jangan hanya berebut jabatan, tetapi harus berpikir tentang kontribusi, karya dan prestasi,” katanya.
 
Hendri meminta pengurus Tani Merdeka aktif turun ke lapangan dan mampu membaca persoalan pertanian secara teknis. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah sistem irigasi yang menjadi penentu keberhasilan produksi pertanian.
 
Ia menyebut keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR dan pemerintah daerah.
 
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Agus Susanto, M.Si., juga meminta Tani Merdeka menjadi organisasi yang dekat dengan persoalan petani.
 
Ia mengatakan pemerintah saat ini menjalankan sejumlah kebijakan untuk mendukung petani, antara lain program swasembada pangan, pupuk bersubsidi, jaminan harga gabah serta percepatan rehabilitasi jaringan irigasi.
 
Pelantikan 20 Korcam kemudian dilanjutkan dengan penyerahan surat keputusan dan pataka oleh Bupati Bireuen kepada pengurus yang dilantik. 
 
Kegiatan juga diisi penyerahan PTOC dari PT Bio Rimba Jaya kepada lima kelompok tani, yakni Kelompok Makmur Jaya Desa Blang Dalam, Kecamatan Makmur; Kelompok Tok Kayee Lhoen Desa Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng; Gapoktan Udep Beusare Desa Batee Raya, Kecamatan Juli; Kelompok Tani Pulo Pisang Desa Cot Batee, Kecamatan Kuala; serta Kelompok Tani Rindang Desa Cot Tunong, Kecamatan Gandapura.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Aceh Cut Muhammad, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, unsur Forkopimda, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan, tenaga ahli kementerian, perwakilan Balai Irigasi Medan, camat, penyuluh pertanian, kelompok tani serta sejumlah tamu undangan dari kabupaten lain di Aceh.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin