IJN - Sigli | Sebanyak 35 anak yatim dari berbagai kecamatan dalam Kabupaten Pidie, mendapatkan santunan dan paket baju baru lebaran Idul Fitri 1447 H dari donator TOMPi tahun 2026.
Paket lebaran kali ini per anak yatim mendapatkan santunan sebesar Rp. 350.000 per orang, 250. 000 digunakan untuk berbelanja baju dan celana baru, dan 100 ribu dipakai untuk uang lebaran yang sudah kami sediakan dalam amplop.
"Ke 35 anak yatim ini, kami dampingi berbelanja baju baru di toko Serbana Grosir, Serba Na Kolektion dan Rifki Jaya Koleksion, mulai dari pukul 10.00 Wib pagi sampai dengan pukul 16. 000 wib sore," kata Taufik Abdullah yang di damping, Bustami, Lutfi dan Abdullah Syafi’ie di pasar Kota Beureunuen, Kamis, 19 Maret 2026.
Taufik Abdullah koordinator kegiatan menjelaskan, anak- anak yatim sangat bergembira, mereka mendapatkan baju lebaran sesuai dengan keinginan dan selera masing masing, kami hanya mendampingi sampai tuntas.
Dikatakan Taufik, beli baju lebaran kali ini adalah yang ke empat kali, dan alhamdulillah berjalan dengan baik dan kengiatan ini sangat sukses.
"Kami berhasil menggalang dana sebesar Rp. 12 juta lebih dari berbagai tokoh- tokoh Pidie, baik yang ada di Australia seperti pak Mustaqim, Jakarta seperti pak Khairuddin, Pak Azhari Geumpang, Muhammad Razi, Singapura, Palembang, Medan, Banda Aceh dan Pidie,"kata pengusaha dari Kembang Tanjong ini.
"Kami ucapkan terimakasih banyak, Kata Abdullah Syafi’ie, kepada para penyumbang, amanah ini telah kami tunaikan dan kami salurkan tanpa pemotongan hak amel sepersenpun untuk panitia. Anak – anak yatim yang kami perioritaskan adalah yang yatim fakir miskin, kami mendata secara terukur dilapangan dengan kami gilir setiap tahun, sehingga betul- betul akurat, by addres by name,"katanya.
Sementara salah satu tokoh muda yang hadir dalam kengiatan ini adalah Haji Jamaluddin M Jamil sebagai tokoh muda Pidie yang bermukim di Banda Aceh.
Mantan Ketua KNPI Aceh ini juga mengajak anak- anak yatim untuk menjadi anak anak yang visioner, jangan minder dan jangan patah semangat, ambil sisi positif untuk merubah nasib hidup dengan berjuang secara sungguh- sungguh, Ananda harus sungguh- sungguh untuk meraih masa depan yang baik, menjadi generasi Pidie yang berakhlak, dan kami doakan kelak menjadi pemimpin yang bertangan dingin di tanah Melinjo ini.
"Saya berikan contoh, Nabi Muhammad adalah anak yatim piatu yang kemudian menjadi pemimpin dunia, ambillah suri tauladan dari Rasul kita, dari seorang pedagang menjadi pemimpin bagi ummat manusia yang dikenang hingga akhir zaman, Kata Jamalauddin dihadapan anak yatim yang didampingi Ibuknya masing- masing di Masjid Baitul Huda, Mutiara Timur," ucapnya
Sementara, Muhammad Nur, sebagai sekjen TOMPi mengucapkan terimakasih kepada para donator, baik dalam maupun luar negeri, kepada pak Jamal yang sudah menyedekahkan rasekinya untuk berbuka puasa dengan anak yatim dan keluarganya di Warkop Doko, Mutiara Timur. Anak yatim mendoakan bapak/ ibu donator.
Muhammad Nur juga mengatakan bahwa sumbangan social ini sebangai bentuk ingatan kolektif, ada ikatan emosional dan hubungan social yang kuat antar lintas diaspora, mudah- mudahan kedepannya bisa kami perluas hubungan ini sampai ke diaspora- diaspora lainya yang ada di negara lainya seperti Eropa.
Penulis: Ray
Editor: Muhammad Zairin