IJN - Simeulue | Selama 75 tahun Indonesia merdeka, akhirnya warga Desa Lewak Hulu Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue merasakan jalan aspal yang dapat mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.
Mimpi masyarakat Lewak Hulu pun tercapai sehingga mereka bisa merasakan jalan aspal dan dapat bepergian ke Kota Kabupaten Simeulue dengan mudah.
Salah seorang tokoh Lewak Hulu (Suherman) menyampaikan, yang dinantikan oleh masyarakat disini jalur darat yang dapat membantu aktivitas warga ke kota Sinabang.
"Selama ini kami sangat sulit berpergian ke Kota Sinabang disebabkan jalan belum bagus, Namun selama pemerintahan dipimpin oleh Bupati Erli Hasyim (Erhas) kami bisa merasakan seperti berada di kota Sinabang," katanya sambil meneteskan air mata.
Masyarakat disini menggantungkan hidupnya pada bertani, berkebun dan beternak kerbau serta nelayan. "Selama ini kami sangat sedih karena pembangunan atau jalan belum kami rasakan dan hasil desa kami tidak bisa kami jual ke kota, namun saat ini kami merasakan apa yang dirasakan di kota," terangnya.
Ia berharap kepada pemerintah daerah dapat membantu aktivitas warga lainnya seperti yang kami rasakan saat ini, saya yakin Pemerintah daerah dapat membantu warga lainnya.
Secara terpisah, Bupati Simeulue, H. Erli Hasyim (Erhas) menyampaikan, pemerintah kabupaten Simeulue tetap berusaha agar jalan dapat di aspal seluruh kabupaten Simeulue.
"Ini saya lakukan agar masyarakat dapat merasakan jalan aspal dan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat setempat," kata Erhas di Pendopo, Senin 17 Agustus 2020.
Sambungannya, masih banyak PR pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Simeulue, pihaknya terus berupaya dalam memberikan pelayanan kepada warga yang belum pernah merasakan jalan aspal.
"Kami hanya pelayan masyarakat dan berusaha maksimal. Dan, kami berharap semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa memudahkan dalam menjalankan amanah ini,” kata Erhas.
Informasi yang media ini peroleh, Pemerintah daerah Simeulue saat ini berupaya membangun jalan lingkar dan ruas jalan yang telah ditetapkan pemerintah Aceh melalui Multiyears.
Hal ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat daerah setempat dalam berbagai aktivitas.
Diketahui sebelum jalan aspal, warga desa Lewak menggunakan jalan tikus yang mendaki gunung dan menyeberangi laut melalui sampan kecil menuju Lhok Makmur dan Lewak Pantai.
Jika dibandingkan saat ini jauh lebih cepat sampai ditujuan dibandingkan dulu warga Lewak ingin ke kota menggunakan kapal nelayan sebagai transportasi menuju ke kota. Namun saat ini warga Lewak bisa sampai ke Kota Sinabang dengan menggunakan sepeda motor dan mobil yang di tempuh selama 4 jam perjalanan.
Namun belum semuanya aspal, jika jalan lingkar sudah aspal akan lebih cepat ke kota. Ini akan progam Pemerintah daerah Simeulue mengenjot tenaga dan pikiran dalam pembangunan infrastruktur yang merata. (Red)