04 Apr 2025 | Dilihat: 379 Kali
APIP Diminta Review Pengadaan Perlengkapan Digitalisasi Museum Tsunami Aceh
Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar. Foto. Dok Pribadi
IJN - Banda Aceh | Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI), Nasruddin Bahar meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Aceh untuk mereview pengadaan perlengkapan Digitalisasi Museum Tsunami Aceh.
Adapun ke-empat kegiatan itu yakni, pengadaan digitalisasi Museum (lorong tsunami) Rp.3.649.729.950, Pengadaan perlengkapan digitalisasi Museum (Memorium Hall) Rp.2.785.783.650, Pengadaan perlengkapan digitalisasi Museum (PT.Tsunami) Rp.4.207.216.350, Pengadaan Perlengkapan digitalisasi Museum (Loby 2) Rp.1.290.910.500.
"APIP selaku Aparatur Pengawas Internal Pemerintah berkewajiban melakukan Probity Audit terhadap anggaran yang masih membutuhkan kajian, baik ditinjau dari segi harga maupun manfaatnya," kata Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, Jum'at 4 April 2025.
TTI menilai pengadaan digitalisasi terlalu mahal dan cendrung pemborosan anggaran, jika ditotal aplikasi digital itu menghabiskan anggaran sebesar Rp.11,933 Miliar.
Kata dia, berdasarkan data yang ditampilkan pada Rencana Umum Pengadaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Aceh, Pengadaan Digitalisasi Museum Tsunami dilakukan dengan cara Epurchasing.
Bahkan, rencana kegiatan dilakukan pada satu lokasi, sehingga tidak patut pekerjaan tersebut dipecah menjadi 4 kegiatan.
"Patut diduga ada indikasi penggelembungan harga, untuk itu Inspektorat Aceh diminta melakukan kajian kembali mengingat pengadaan Aplikasi Digital tersebut tidak terdapat perbandingan harga, sehingga sangat sulit menentukan harga yang wajar," sebutnya.
Ia juga meminta calon vendor membuat simulasi apakah aplikasi digital tersebut benar-benar dibutuhkan.
"Jika dibutuhkan apakah harga Aplikasi mencapai belasan miliar rupiah, untuk itu perlu kajian yang konferhensif mengingat Aceh masih butuh anggaran untuk kegiatan pengentasan kemiskinan," pungkasnya.
Penulis : Hendria Irawan
Editor: Redaksi