15 Mei 2026 | Dilihat: 57 Kali
Audiensi dengan Sekjen Kemenkeu, Gubernur Mualem: Kita Minta Tambahan Anggaran
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Leonard Marbun di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Foto. Ist
IJN - Jakarta | Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), beraudiensi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Leonard Marbun di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Kamis 14 Mei 2026.
“Membahas permintaan penambahan anggaran untuk Aceh, kita berusaha maksimal untuk rakyat Aceh," kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.
“Kementerian Keuangan berjanji mengakomodir permintaan kita, semoga sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Mualem.
“Untuk berapa jumlah nilainya, nantilah kalau sudah keluar angkanya baru kita sampaikan kepada rakyat Aceh.”tambahnya.
Nurlis mengatakan Mualem mengikuti seluruh perkembangan yang terjadi di Aceh. “Saat ini, beliau berusaha keras untuk memperbaiki kondisi Aceh. Beliau sangat ingin kondisi Aceh menjadi baik-baik saja, bahkan lebih dari itu. Beliau berusaha keras untuk Aceh,” kata Nurlis.
Pada pertemuan tersebut, Nurlis menjelaskan, Mualem didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi. Sedangkan Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun didampingi Subandono (Direktur Sistem Perimbangan Keuangan Kemenkeu), Jaka Sucipta (Direktur Dana Desa, Otonomi Khusus, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Kemenkeu), dan Wiwin Istianti (Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenkeu).
Nurlis menyampaikan Mualem dalam sepekan ini berada di Jakarta untuk membuka berbagai peluang untuk kebutuhan rakyat Aceh. “Baik itu untuk membuka peluang usaha maupun membuka pintu kementerian untuk kepentingan Aceh, untuk berbagai hal,” kata Nurlis. “Beliau bekerja keras untuk Aceh.”
Mengenai pertemuan Mualem dengan Sekjen Kemenkeu, kata Nurlis, Gubernur Mualem mengajukan permohonan penambahan anggaran. “Beliau membuka secara terang tentang kebutuhan Aceh saat ini,” kata Nurlis lagi. “Semoga dapat menyelesaikan semuanya. Mari kita tunggu bersama-sama.”
Penulis: Rey
Editor: Muhammad Zairin