23 Des 2025 | Dilihat: 126 Kali

Banjir Terjang Gampong Alue Kuta, 40 Rumah Hilang dan Warga Masih Mengungsi

noeh21
Warga Desa Alue Kuta Kecamatan Jangka berjalan di lokasi rumah yang hancur akibat banjir besar baru baru ini. | (Foto: IJN/Ist.)
      
IJN - Bireuen | Banjir besar yang melanda Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman warga dan areal tambak. 
 
Sedikitnya 40 unit rumah dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir hingga terbawa ke laut. Peristiwa ini terjadi di Dusun Pasi Alue Kuta dan Dusun Beurawang, yang merupakan wilayah paling terdampak.
 
Keuchik Gampong Alue Kuta, Habibullah, Selasa, 23 Desember 2025 kepada IJN mengatakan, selain rumah yang hilang, terdapat sekitar 35 unit rumah mengalami rusak berat. "Rumah-rumah tersebut, baik yang permanen maupun yang semi permanen. Bahkan, lokasi rumah yang hilang tersebut telah berubah menjadi kuala," katanya.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, di Dusun Beurawang, kini tersisa 14 unit rumah, namun kondisinya tidak layak huni. Pasalnya, saat air laut pasang, air kembali masuk ke dalam rumah warga, sehingga membahayakan keselamatan.
 
Akibat kejadian ini, kata Habibullah, sebagian besar warga terpaksa bertahan di lokasi pengungsian di meunasah dan tenda pengungsian. "Ada juga warga yang sudah kembali ke rumah masing-masing, namun kebutuhan makan masih bergantung pada dapur umum di lokasi pengungsian," terangnya.
 
Selain kerusakan permukiman, katanya, banjir juga melumpuhkan sumber pencaharian masyarakat. Para nelayan kehilangan perahu setelah terseret banjir, sementara petambak mengalami kerugian besar karena tambak mereka rusak dan tertimbun lumpur.
 
Dia berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, baik untuk penanganan darurat, pemulihan ekonomi masyarakat, maupun relokasi permukiman warga yang kini sudah tidak memungkinkan lagi untuk dihuni. 
 
Penulis : Amiruddin 
Editor : Muhammad Zairin