22 Des 2025 | Dilihat: 127 Kali

Sebanyak 18 Rumah Warga Amblas ke Krueng Peusangan

noeh21
Keuchik Tingkeum Manyang bersama Mukhlis Aminullah di lokasi abrasi di Gampong Tiengkeum Manyang. Foto: IJN/Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Sebanyak 18 unit rumah warga Gampong Tingkeum Manyang, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, dilaporkan amblas ke aliran Krueng Peusangan atau Krueng Tingkeum. Akibat peristiwa tersebut, warga terdampak hingga kini masih mengungsi meunasah Gampong setempat.
 
Demikian disampaikan Keuchik Gampong Tingkeum Manyang, Ir. Mawardi Hasan, kepada IJN, Senin, 22 Desember 2025 di sela-sela menerima kunjungan relawan Yayasan JVS Netherland, Mukhlis Aminullah di gampong nya. 
 
“Total ada 18 rumah yang sudah amblas ke sungai. Selain itu, 13 rumah rusak berat dan beberapa rumah lainnya rusak ringan. Sebagian warga masih mengungsi di meunasah dan ada juga yang mengungsi ke tempat saudaranya,” sebut Mawardi. 
 
Mawardi menambahkan, abrasi di sepanjang bantaran Krueng Peusangan terus mengancam permukiman warga dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait.
 
“Kami sangat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera menangani abrasi di sepanjang Krueng Peusangan ini. Warga sudah kehilangan tempat tinggal dan masih hidup dalam kekhawatiran. Kami juga berharap adanya bantuan untuk pembangunan kembali rumah warga serta pengamanan bantaran sungai agar kejadian serupa tidak terulang,” harapnya.
 
Sementara itu, Mukhlis Aminullah, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD IKAN Kabupaten Bireuen, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Tingkeum Manyang.
 
“Dirinya sangat prihatin melihat kondisi masyarakat yang kehilangan rumah dan harus mengungsi. Ini menjadi perhatian serius, dan sebaiknya ada langkah cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu warga serta mencegah kejadian serupa,” kata Mukhlis.
 
Mukhlis menegaskan pihaknya akan terus mendorong perhatian dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak abrasi di kawasan Krueng Peusangan baik di Tingkeum Manyang maupun gampong lainnya. 
 
Penulis : Amiruddin 
Editor : Muhammad Zairin