IJN - Banda Aceh | Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Keterangan pers ini disampaikan dalam konferensi pers di Posko Pusat Informasi dan Media Center, Kantor Gubernur Aceh. Jumat,5 Desember 2025.
Dalam paparannya, M. Nasir menyebut penanganan bencana menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada proses evakuasi, distribusi bantuan, pembukaan akses darat, dan pemulihan layanan komunikasi serta listrik. Upaya lintas lembaga dan gotong royong masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan di lapangan.
Sekda menjelaskan bahwa proses evakuasi dan penyelamatan warga dilakukan secara masif, termasuk menyisir wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit ditembus. “Warga tidak lagi harus melalui proses tanya jawab yang panjang. Begitu lokasi ditemukan, langsung kita evakuasi,” ujarnya.
Untuk penyaluran bantuan ke wilayah Tengah itu hampir setiap hari ada 3 atau 4 penerbangan baik dengan helikopter maupun pesawat yang hanya muat 3 ton sekali jalan.
"Sejauh ini setiap hari ada 4 pesawat dan helikopter yang terbang melakukan dropping logistik, dan kembali membawa warga yang membutuhkan layanan sosial maupun medis ke Banda Aceh,” kata Nasir.
Selain itu, perkembangan juga terlihat di sektor akses darat. Jalur yang sebelumnya terputus akibat tanah longsor dan material berat kini sudah mulai kembali terbuka. Ia menjelaskan bahwa medan sangat berat karena masih banyak material longsor.
"Kerja keras tim di lapangan, terutama yang mengoperasikan alat berat, sangat menentukan. Kami sedang fokus pada pembukaan kembali jalan-jalan utama,” ujarnya.
Jalur Aceh Utara menjadi perhatian penting karena merupakan jalur konektivitas utama. Pemerintah sedang bekerja untuk menyiapkan pembangunan jembatan darurat agar akses bisa kembali fungsional dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan.
"Jika jalur ini kembali normal, maka distribusi logistik melalui jalur darat akan jauh lebih cepat dan efektif serta murah,” tambahnya.
Di sektor komunikasi, M. Nasir menjelaskan bahwa Aceh sudah menerima 56 perangkat Starlink, termasuk bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Perangkat tersebut dipasang di sejumlah titik yang masih terisolasi dan terendam.
“Warga membutuhkan akses komunikasi untuk berhubungan dengan keluarga maupun pihak berwenang. Karena listrik belum pulih sepenuhnya, perangkat satelit ini sangat membantu,” katanya.
Sementara itu, pemulihan listrik juga mulai menunjukkan perkembangan. PLN dilaporkan melakukan uji coba penghidupan jaringan mulai hari ini. “Jika uji coba hari ini berhasil, maka listrik akan kembali normal secara bertahap dan berkelanjutan. PLN terus berupaya memulihkan seluruh jaringan,” kata Sekda.
Terkait pengungsian, Nasir mengakui bahwa kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian besar. Lebih dari 800 ribu warga terdampak dan membutuhkan penanganan cepat, baik dari aspek sosial, fasilitas, maupun kondisi psikologis. Ia menekankan pentingnya percepatan pembersihan material banjir yang melimpas dari sungai yang keluar jalur. Pemerintah juga telah menyiapkan langkah rehabilitasi yang berjalan paralel dengan penanganan pengungsi.
“Harapan kami, seluruh proses penanganan ini dapat dilakukan secara bersama-sama. Dengan bantuan TNI, Polri, relawan, BPBD, dan masyarakat Aceh, kita optimis langkah-langkah ini bisa dilakukan lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien, Ia berharap dalam 24 jam ke depan komunikasi dan akses vital lain dapat kembali stabil," tutup M. Nasir.
Penulis: Ray
Editor : Redaksi