14 Okt 2026 | Dilihat: 66 Kali

Bireuen Siapkan 37 Kader Ulama Hadapi Tantangan Zaman

noeh21
Bupati Bireuen, H. Mukhlis saat membuka acara pendidikan kader ulama Kabupaten Bireuen. Foto: IJN.
      
IJN - Bireuen | Sebanyak 37 peserta mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) 2026 di Kabupaten Bireuen untuk dipersiapkan menjadi generasi penerus ulama yang mampu menjawab persoalan umat di tengah perubahan zaman, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online hingga kemerosotan moral.
 
Pendidikan yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bireuen tersebut dibuka Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., di Wisma Bireuen Jaya, Rabu, 14 Oktober 2026, berlangsung hingga 22 Oktober 2026.
 
Bupati Mukhlis menegaskan, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut ulama muda tidak hanya memiliki penguasaan ilmu agama, tetapi juga kemampuan membimbing masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
 
Menurutnya, tradisi keislaman yang telah lama tumbuh di Bireuen harus terus diperkuat melalui lahirnya ulama-ulama muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki wawasan untuk menghadapi perkembangan zaman.
 
“Pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang angka, gedung, dan sarana prasarana, tetapi juga harus berbicara tentang karakter, akhlak, dan kemampuan kita menjawab perubahan zaman,” kata Mukhlis.
 
Ia berharap para peserta PKU mampu menjadi garda terdepan dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, sekaligus menegakkan syariat Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui pendekatan yang mendidik, menyejukkan, dan merangkul semua kalangan.
 
Bupati juga menekankan pentingnya peran ulama dalam menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba, judi online, kenakalan remaja, dan kemerosotan moral. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ulama yang dekat dengan umat dan mampu memberikan bimbingan sesuai tantangan yang dihadapi.
 
“Jadilah ulama yang dekat dengan umat. Ikuti pendidikan ini dengan sungguh-sungguh, dengan hati dan keikhlasan. Masyarakat membutuhkan bimbingan yang meneduhkan serta jawaban atas berbagai tantangan zaman,” pesannya.
 
Ketua MPU Kabupaten Bireuen, Tgk. Saifuddin Muhammad, S.H., M.H., dalam khutbah iftitahnya turut mengingatkan pentingnya peran ulama sebagai warasatul anbiya atau pewaris para nabi dalam menjaga moral, memperkuat pemahaman keagamaan, dan memelihara kedamaian umat.
 
Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi, modernisasi, serta perubahan nilai sosial budaya menuntut kader ulama memiliki kedalaman ilmu sekaligus kebijaksanaan dalam merespons persoalan masyarakat.
 
Karena itu, para peserta diharapkan meluruskan niat dalam menuntut ilmu, memperkuat akhlakul karimah, serta menjadi sosok yang moderat, mampu memberikan solusi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
 
Kepala Sekretariat MPU Kabupaten Bireuen, Said Jamaluddin, S.E., M.M., menjelaskan, 37 peserta tersebut merupakan utusan dayah dan kecamatan di Kabupaten Bireuen yang telah melewati seleksi administrasi dan kualifikasi.
 
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas