15 Okt 2026 | Dilihat: 59 Kali

Kemendagri Pinjamkan Lima Ekskavator untuk Penanganan Paska Banjir Bireuen

noeh21
Bupati Bireuen H. Mukhlis didampingi Wakil Bupati, Razuardi memperlihat Berita Acara serah terima pinjam pakai alat berat dari Mendagri untuk percepatan penanggulangan paska bencana di Kabupaten Bireuen. Foto : IJN / Amiruddin.
      
IJN - Bireuen | Usulan Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., untuk mempercepat penanganan dampak banjir mulai terealisasi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan lima unit ekskavator melalui skema pinjam pakai guna membersihkan lumpur endapan serta mendukung normalisasi sungai, lahan pertanian dan tambak di Kabupaten Bireuen paska banjir. 
 
Serah terima alat berat tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T., bersama perwakilan Kemendagri di Pendopo Bupati Bireuen, Kamis 15 Oktober 2025. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, S.T., M.T.
 
Lima ekskavator yang diserahkan terdiri atas dua unit tipe long arm dan tiga unit ekskavator biasa PC 200. Seluruhnya akan dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan penanganan pascabanjir.
 
Dari lima unit tersebut, empat unit dialokasikan untuk kawasan Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, terdiri atas dua ekskavator long arm dan dua unit PC 200. Sementara satu unit PC 200 lainnya ditempatkan di Gampong Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam.
 
Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Kemendagri, Putu W. A.A. Pratama dari Biro Umum Setjen Kemendagri, menyampaikan bahwa tiga unit alat berat telah tiba di lokasi, sedangkan dua unit lainnya masih dalam perjalanan pada Kamis sore hingga malam.
 
Bupati Mukhlis menekankan agar pengoperasian alat berat dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. Pengaturan jam kerja, ketersediaan bahan bakar, kebutuhan operator hingga pengamanan alat harus dipastikan agar pekerjaan berjalan efektif.
 
Ia juga meminta disiapkan tiga personel yang saling terhubung untuk mendukung operasional, termasuk satu personel yang selalu siaga di lapangan.
 
Pembersihan lumpur endapan direncanakan berlangsung dalam sistem kerja malam selama kurang lebih satu bulan. Pekerjaan dijadwalkan mulai efektif pada Sabtu, dengan fokus membersihkan endapan lumpur yang menghambat aliran air dan aktivitas masyarakat.
 
Bagi Bireuen yang merupakan daerah rawan banjir, keberadaan alat berat tersebut diharapkan mempercepat penanganan wilayah terdampak, terutama pada kawasan sungai, lahan pertanian dan tambak yang memerlukan pengerukan.
 
Bupati Mukhlis menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri atas dukungan tersebut. Ia berharap pemanfaatan lima ekskavator itu dapat membantu mempercepat penanganan dampak banjir dan mendukung pemulihan aktivitas masyarakat di Kabupaten Bireuen.
 
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas