IJN - Banda Aceh | Masyarakat Aceh yang beraktivitas di laut diminta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter dalam tiga hari ke depan.
Hal ini berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Aceh Besar Zakaria Ahmad mengatakan, potensi gelombang laut tinggi bisa terjadi di wilayah perairan laut daerah paling barat Indonesia tersebut.
“Terutama wilayah perairan utara Sabang, Samudera Hindia Barat Aceh dan perairan barat Aceh yang berpotensi tinggi gelombang mencapai 4 meter, bahkan lebih,” kata Zakaria, dikutip dari Inews Aceh, Senin 13 Juni 2022.
Menurutnya, tinggi gelombang laut yang mencapai 4 meter tersebut sudah termasuk dalam kategori tinggi. Para nelayan Aceh perlu waspadai saat melaut.
Apalagi kata dia, saat ini Aceh juga sudah masuk pada musim angin barat sehingga kecepatan angin bisa lebih tinggi dari musim angin timur. Rata-rata kecepatan angin di tengah kondisi seperti ini mulai 10-40 kilometer per jam.
“Kalau harus melaut karena alasan ekonomi, jangan terlalu ke tengah. Jadi ketika ada peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, dengan cepat dapat menepi," ujarnya.
Sementara tinggi gelombang di wilayah penyeberangan masih kategori rendah hingga sedang, baik perairan penyeberangan Sabang-Banda Aceh maupun Simeulue-Meulaboh, yaitu antara 0,50-2,5 meter sehingga masih aman.
Kemudian di wilayah perairan Lhokseumawe mulai 0,01-1,25 meter atau kategori tenang hingga rendah. Namun walau bagaimana pun nelayan tetap diminta mewaspadai kondisi di tengah laut.