IJN – Bireuen | PT Takabeya Perkasa Group, PT. Blang Keutumba, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana hidroemeteorologi di sejumlah desa terdampak di Kabupaten Bireuen.
Hal ini sebagaimana disampaikan Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli kepada wartawan, Rabu, 15 April 2026 malam.
Muhajir mengatakan, hunian tetap yang dibangun atau donasi PT. Blang Keutumba milik H. Subarni A. Gani sebanyak 60 unit, yakni 10 unit di Desa Balee Panah, 10 unit di Desa Teupin Mane, 10 unit di Desa Simpang Jaya, di Kecamatan Juli. Berikutnya, 10 unit di Desa Alue Limeng, dan 10 unit di Desa Salah Sirong Jaya Kecamatan Jeumpa.
“Akan tetapi karena pengiriman material belum bisa dilakukan ke sana, maka pembangunan huntap di Salah Sirong Jaya belum dapat dilakukan,” kata Muhajir.
Kemudian, sebut Muhajir, PT. Blang Keutumba juga membangun beberapa unit lainnya masing-maisng di Desa Kubu dan Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
“Progres pembangunannya bervariasi. Ada yang belum dapat dikerjakan, ada yang baru dimulai, dan ada yang sudah mencapai 50 persen,” terang dia.
Untuk pembangunan 45 unit huntap di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka yang dibangun oleh DT Peduli, hingga Senin, 13 April 2026 telah memasuki tahap pemasangan bouwplank, katanya.
Sedangkan PT. Takabeya Perkasa Group, membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura dengan rinciannya adalah, satu unit di Desa Blang Guron, satu unit di Desa Cot Tufah, satu unit di Desa Cubo, satu unit di Desa Teupin Siron, dan tiga unit di Desa Samuti Aman.
“Lima unit diantaranya sudah tahap pemasangan dinding, dan dua sudah selesai pemasangan bouwplank,” terang Muhajir Juli.
Sebelumnya, Muhajir mengatakan, dari data yang dihimpun dari rekanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang membangun huntap di Desa Kuala Ceurape, Bugeng, dan Alue Bayeu Utang di Kecamatan Jangka. Kemudian di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, serta di Desa Balee Panah, dan Paya Cut, Kecamatan Juli.
Hingga Minggu, 12 April 2026, katanya, di Kuala Ceurape, BNPB telah memulai pembangunan 20 unit huntap dengan progresnya bervariasi. Ada yang sudah pemasangan hebel, plasteran, pemasangan pondasi, dan onsite material.
Begitupun pembangunan 10 unit huntap di Desa Bugeng sedang dikerjakan dengan progresnya yang juga bervariasi, sebut Muhajir. “Kemudian 1 unit di Alue Bayeu Utang Kecamatan Jangka dengan kondisi onsite material,” ucapnya.
Sedangkan di Desa Balee Panah Kecamatan Juli, 17 unit sedang dikerjakan dengan tingkat penyelesaiannya ada yang sudah pemasangan hebel dan kusen, pemasangan pondasi, pemasangan bouwplank, dan onsite material. Berikut tiga unit huntap contoh yang selesai dibangun pada Maret 2026.
Sementara dua unit huntap relokasi milik warga Kuala Ceurape yang dibangun di Desa Alue Kuta, materialnya sudah onsite (sudah berada di lokasi). Demikian juga material untuk lima unit di Desa Kapa Kecamatan Peusangan Judah didatangkan materialnya.
Menurut Muhajir, pembangunan huntap tahap I dilakukan secara berangsur-angsur, baik oleh BNPB maupun oleh pihak swasta yang telah menyampaikan komitmennya kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Kini, huntap yang mulai dan sedang dalam proses pembangunan di Kabupaten Bireuen berjumlah 152 unit.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin