20 Ags 2026 | Dilihat: 57 Kali

Bupati Bireuen Dikukuhkan sebagai Wakil Koordinator FKKA

noeh21
Wamendagri, Bima Arya Sugiarto bersama Bupati Bireuen, Mukhlis pada acara pengukuhan Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Se-Aceh (FKKA) periode 2025–2030. Foto: IJN / Ist.
      
IJN - Banda Aceh | Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST, resmi dikukuhkan sebagai Wakil Koordinator Forum Komunikasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Se-Aceh (FKKA) periode 2025–2030. Kepercayaan tersebut menempatkan Bireuen dalam jajaran pimpinan forum strategis yang menjadi wadah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antarpemerintah kabupaten/kota di Aceh.
 
Pengukuhan Dewan Pimpinan FKKA dipimpin langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto dan disaksikan Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, SE, di Banda Aceh.
 
Dalam kepengurusan tersebut, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal dipercaya sebagai Koordinator FKKA. Sementara itu, jajaran pengurus berjumlah 23 orang yang terdiri atas koordinator, wakil koordinator dan anggota.
 
Usai acara pengukuhan, Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan, amanah sebagai Wakil Koordinator FKKA bukan sekadar posisi dalam struktur organisasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk memperkuat komunikasi serta memperjuangkan kepentingan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas kabupaten/kota.
 
Mukhlis menilai, berbagai tantangan pembangunan Aceh membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri oleh setiap daerah. Karena itu, sinergi dan keselarasan program antar kabupaten/kota menjadi penting agar potensi daerah dapat saling menguatkan.
 
“Pengukuhan ini merupakan amanah besar untuk memperkuat keterhubungan dan sinergisitas antar kabupaten/kota di Aceh. Melalui FKKA, kita inginkan program lintas daerah berjalan selaras demi kesejahteraan masyarakat Bireuen dan Aceh secara luas,” kata Mukhlis. 
 
Sebelumnya, Wamendagri Bima Arya Sugiarto dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas internal FKKA. Menurutnya, kekuatan forum sangat ditentukan oleh kemampuan pimpinan membangun komunikasi dan dialog dengan seluruh anggota.
 
“FKKA harus kompak dan solid terlebih dahulu. Koordinator dan jajaran pimpinan harus aktif membangun dialog dengan seluruh anggota FKKA untuk mempermudah koordinasi, baik dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Aceh akan jauh lebih maju jika semua elemen bekerja bersama dan tumbuh bersama,” kata Bima Arya.
 
Wamendagri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) FKKA periode 2025–2030. Ia juga mendorong agar sekretariat FKKA diaktifkan secara optimal sehingga forum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi pembangunan yang konkret.
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah berharap FKKA dapat menjadi wadah strategis bagi para kepala daerah untuk menyampaikan aspirasi, berkonsultasi dan membangun koordinasi dalam mempercepat pembangunan Aceh.
 
“Forum ini harus menjadi tempat berkonsultasi dan berkoordinasi bagi seluruh kepala daerah demi mengakselerasi kemajuan Aceh,” ucap Fadhlullah.
 
Koordinator FKKA Illiza Saaduddin Djamal mengingatkan, FKKA pertama kali dibentuk pada 2008. Sejak awal, forum tersebut dirancang sebagai wadah komunikasi, koordinasi dan silaturahmi antarkepala daerah di Aceh untuk menciptakan harmoni serta menyukseskan program pembangunan lintas kabupaten/kota.
 
Keberadaan FKKA dinilai semakin penting di tengah kebutuhan pembangunan yang membutuhkan kerja sama lintas wilayah. Berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pelayanan publik hingga konektivitas antarwilayah, membutuhkan koordinasi yang melampaui batas administratif masing-masing daerah.
 
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah oleh jajaran Dewan Pimpinan FKKA, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja FKKA periode 2025–2030.
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin