IJN - Bireuen | Pemerintah Kabupaten Bireuen meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber sebagai langkah nyata memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan mendukung target nasional 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Peluncuran gerakan yang dipusatkan di Lapangan Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Jumat 10 Juli 2026 oleh Bupati Bireuen.
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., mengatakan, Gerakan Pilah Sampah dari Sumber akan menjadi salah satu kebijakan prioritas Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam membangun tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Gerakan Pilah Sampah dari Sumber akan menjadi salah satu kebijakan prioritas Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menata ekosistem lingkungan. Gerakan ini akan dilaksanakan secara masif bersama Perbanusa, Bank Sampah, seluruh perangkat daerah, pemerintah gampong, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat," tegas Bupati.
Menurut Mukhlis, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah, namun perlu partisipasib masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan bank sampah dan industri daur ulang.
Ia mengajak seluruh kepala SKPK, camat, keuchik, pelaku usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta seluruh warga Bireuen untuk menjadikan gerakan ini sebagai budaya bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bireuen yang bersih, sehat, dan bebas sampah.
Peluncuran Gerakan Pilah Sampah dari Sumber ditandai dengan pembacaan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Bireuen.
Untuk diketahui, Gerakan ini merupakan kolaborasi antara Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kabupaten Bireuen dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen.
Direktur Bank Sampah Induk (BSI) sekaligus penggerak Perbanusa Kabupaten Bireuen, Tarmizi Badai, mengatakan, pendampingan di Gampong Blang Asan merupakan kelanjutan dari gerakan pengelolaan sampah yang telah dibangun sejak tahun 2020. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga mampu memberikan dampak nyata.
"Awalnya hanya sekitar 30 rumah tangga yang bergabung. Kini telah berkembang menjadi lebih dari 100 rumah tangga sebagai nasabah aktif Bank Sampah Asri Blang Asan. Bahkan layanan pengangkutan sampah kini telah menjangkau sejumlah gampong di sekitarnya," katanya.
Keberhasilan tersebut semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan Universitas Malikussaleh yang selama tiga tahun terakhir aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai inovasi teknologi tepat guna, jelas dia.
Kemudian adanya bantuan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah plastik, mesin pencacah kompos, hingga mesin pembuat paving block berbahan campuran plastik dan semen telah mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat mengembangkan usaha berbasis ekonomi sirkular.
Keuchik Gampong Blang Asan, Safrizal, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah melalui bank sampah. Ia mengakui, pendampingan yang dilakukan Unimal selama dua tahun terakhir telah memberikan perubahan signifikan terhadap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat dukungan, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sehingga program tersebut mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi gampong-gampong lainnya.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin