10 Jul 2026 | Dilihat: 49 Kali

Bupati Bireuen Ajak Para Orangtua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

noeh21
Teks Foto: Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T. Foto: IJN/Dok. Pemkab Bireuen.
      
IJN - Bireuen | Tidak semua kenangan masa kecil berasal dari hadiah yang mahal. Bagi banyak anak, kenangan yang paling membekas justru adalah saat tangan ayah menggenggam erat jemarinya menuju gerbang sekolah pada hari pertama.
 
Momen sederhana itulah yang ingin dihidupkan kembali oleh Bupati Bireuen, Mukhlis, S.T., melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
 
Kepala Bagian Prokopim Setdakab Bireuen, Mursyidin, Jumat 10 Juli 2026 mengatakan, melalui Surat Edaran Bupati Bireuen Nomor 400.3/710 yang ditetapkan pada 6 Juli 2026, Bupati mengajak seluruh wali murid di Kabupaten Bireuen meluangkan waktu untuk hadir mendampingi putra-putrinya memulai tahun ajaran baru.
 
Ajakan tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala SKPK, kepala satuan pendidikan, serta para orang tua sebagai bentuk penguatan peran keluarga dalam dunia pendidikan, katanya. 
 
"Hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas tahunan. Bagi seorang anak, hari itu adalah awal dari perjalanan baru yang sering kali diwarnai rasa gugup, cemas, sekaligus penuh harapan. Kehadiran ayah di samping mereka akan menjadi sumber keberanian dan rasa aman yang tak ternilai," ucap Mursyidin. 
 
Pelaksanaan GAMAS bertepatan dengan Hari Pertama Masuk Sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13–15 Juli 2026 bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP.
 
Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026, sekaligus menjadi bagian dari Program Quick Wins Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
 
Untuk mendukung pelaksanaannya, lanjut Mursyidin, Bupati Bireuen meminta para Kepala SKPK memberikan fleksibilitas waktu dan dispensasi kepada ASN maupun non-ASN yang memiliki anak usia sekolah agar dapat mengantar anaknya tanpa terbebani kewajiban pekerjaan.
 
Di sisi lain, para kepala sekolah Bupati berharap dapat menyambut hangat kehadiran para ayah dan wali murid. Gerbang sekolah diharapkan menjadi ruang yang mempererat hubungan antara keluarga dan sekolah, bukan sekadar tempat mengantar lalu pergi.
 
Bagi seorang anak, langkah kaki ayah menuju ruang kelas mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun perhatian itu dapat tersimpan menjadi kenangan sepanjang hidup. Di balik pelukan singkat sebelum berpisah, terselip pesan yang begitu berarti. 
 
Melalui Gerakan GAMAS, Pemerintah Kabupaten Bireuen ingin menegaskan, pendidikan bukan hanya tugas guru di sekolah. "Pendidikan dimulai dari rumah, tumbuh bersama kasih sayang orang tua, dan akan semakin kuat ketika ayah, ibu, sekolah, serta pemerintah berjalan seiring membangun generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan," ucap Mursyidin. 
 
Penulis | Amiruddin 
Editor | Muhammad Zairin