IJN - Meulaboh | Dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) terkait ketahanan pangan, Lapas Meulaboh terus berinovasi melalui pembinaan kemandirian berbasis pertanian.
Fokus pembinaan diberikan pada pelatihan penyemaian benih sayuran. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan praktis yang dapat bermanfaat setelah masa pembinaan berakhir.
Kasi Binadik & Giatja, Muhammad Faydiban menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kemampuan WBP dalam bidang pertanian.
"Kami ingin memastikan WBP tidak hanya menjalani pembinaan di sini tetapi juga memperoleh keterampilan yang relevan untuk kehidupan setelah bebas. Program ini adalah wujud nyata dari pembinaan kemandirian," ujarnya. Kamis 20 Februari 2025.
Ia menyebutkan, Proses pembinaan melibatkan penyuluhan teori dan praktik langsung di lahan perkebunan milik Lapas Meulaboh.
"Para WBP diajarkan langkah-langkah dasar, mulai dari persiapan media tanam, pemilihan benih berkualitas, teknik penyemaian, hingga perawatan tanaman," sebutnya.
Dengan meningkatkan pemahaman dasar tentang cara semai benih, kata dia, maka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam bercocok tanam.
"Semoga ilmu ini berguna kepada warga binaan saat kembali ke lingkungan masyarakat," katanya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lapas produktif dan mandiri.
Selain itu, hasil panen sayuran ke depannya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan internal Lapas Meulaboh, sekaligus membangun budaya agrikultur yang berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
Penulis : Hendria Irawan