20 Okt 2026 | Dilihat: 60 Kali

Edi Obama Dorong Transparansi Wakaf dan Perioritas Beasiswa Anak Miskin

noeh21
Edi Saputra bersama tiga tokoh masyarakat Peusangan Raya saat berkunjung ke kediamannya. Foto: IJN / Dok. Pribadi.
      
IJN - Bireuen | Menjelang Musyawarah Almuslim (Muslim) ke X, Edi Saputra atau Edi Obama mendorong keterbukaan pengelolaan aset wakaf Yayasan Almuslim serta meminta kepengurusan mendatang lebih memprioritaskan pendidikan anak yatim dan keluarga kurang mampu di Peusangan Raya. Demikian antara lain disampaikannya, Selasa 20 Oktober 2026 kepada IJN. 
 
Tokoh masyarakat Peusangan Raya itu menilai Mualim bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola yayasan agar aset wakaf benar-benar memberikan manfaat bagi umat.
 
Menurut Edi, perbedaan pandangan menjelang musyawarah harus disikapi secara dewasa. Seluruh pihak diminta menghormati mekanisme organisasi dan memberikan ruang kepada pemilik mandat serta suara sah untuk menentukan arah kepemimpinan yayasan.
 
“Siapa pun yang dipercaya nantinya, keputusan harus lahir melalui mekanisme organisasi dan musyawarah yang sah. Yang terpenting bukan siapa yang berkuasa, melainkan siapa yang mampu menjaga amanah dan membawa kemaslahatan bagi umat,” katanya. 
 
Edi menegaskan, dorongan transparansi yang disampaikannya bukan untuk mengejar jabatan. Ia ingin pengelolaan harta wakaf dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
 
Ia menilai informasi mengenai keberadaan aset, pendapatan yang dihasilkan, serta pemanfaatannya perlu disampaikan secara jelas agar kepercayaan masyarakat terhadap yayasan tetap terjaga.
 
“Masyarakat berhak mengetahui di mana aset-aset yayasan berada, berapa penghasilannya setiap bulan dan tahun, serta bagaimana hasilnya digunakan. Harta wakaf harus dikelola secara transparan, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi umat,” katanya.
 
Ia juga menyebut aspirasi tersebut merupakan titipan sejumlah pemilik mandat dan suara sah yang mempercayakan kepadanya untuk menyampaikan pernyataan serta harapan mereka.
 
Selain transparansi, Edi meminta hasil pengelolaan aset wakaf diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
 
Ia berharap kepengurusan mendatang menjadikan beasiswa dan pendidikan gratis bagi anak yatim, fakir miskin, serta keluarga kurang mampu di Peusangan Raya sebagai salah satu program prioritas.
 
Ia juga mendorong adanya keringanan biaya pendidikan di Pesantren Almuslim bagi anak-anak setempat yang ingin memperdalam ilmu agama.
 
“Jangan sampai anak-anak yang memiliki semangat belajar kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi. Harta wakaf harus menjadi jalan kebaikan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi Peusangan Raya,” ucapnya. 
 
Menurut Edi, manfaat pengelolaan wakaf seharusnya tidak hanya diukur dari keberadaan aset, tetapi juga dari sejauh mana hasilnya mampu mendukung pendidikan, membantu masyarakat kurang mampu, dan memperkuat kesejahteraan umat.
 
Menghadapi acara musyawarah almuslim mendatang, dia mengajak seluruh pihak menjaga suasana tetap sejuk dan menghindari fitnah, adu domba, intimidasi, maupun tindakan yang dapat merusak persaudaraan.
 
Edi menambahkan, setiap putra Peusangan Raya memiliki hak yang sama untuk mencalonkan atau dicalonkan sepanjang memenuhi persyaratan dan mengikuti mekanisme yang berlaku.
 
“Saya tidak meminta dinilai sebagai manusia yang paling benar. Saya hanya berharap niat baik dalam menjaga amanah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk kemaslahatan umat,” katanya.
 
Ia mengajak masyarakat Peusangan Raya menempatkan kejujuran, persaudaraan, dan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
 
“Jabatan akan berganti dan kepengurusan akan berakhir, tetapi amanah dan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT akan tetap melekat pada diri kita masing-masing,” demikian Edi Saputra. 
 
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas