IJN - Bireuen | Tantangan pembangunan Bireuen tidak cukup dijawab dengan infrastruktur dan kekayaan alam, tetapi membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu menciptakan solusi dan membuka lapangan kerja.
Peran itu menjadi tantangan bagi 227 lulusan Universitas Islam Aceh (UIA) yang diwisuda di Kampus UIA Paya Lipah, Bireuen, Selasa, 20 Oktober 2026.
Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., yang menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Ke-2 Magister dan Ke-38 Sarjana UIA, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci kemajuan daerah, bahkan lebih menentukan daripada sekadar kekayaan alam maupun pembangunan fisik. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu menerapkan ilmu untuk mengembangkan potensi lokal, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan hingga perdagangan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati juga mendorong para lulusan untuk berani menciptakan lapangan kerja, bukan hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah harus menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Wisuda tersebut mengukuhkan lulusan program magister dan sarjana dengan rincian 33 lulusan pascasarjana dan 194 lulusan sarjana. Sebanyak 32 lulusan meraih predikat cumlaude, sedangkan 195 lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan.
Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., dalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya integritas akademik, adab, dan moral dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi di era digital harus diimbangi kemampuan menjaga kejujuran, menangkal hoaks, serta menghindari manipulasi data dan plagiarisme. Gelar dan kecerdasan, katanya, tidak akan bermakna tanpa integritas dan tanggung jawab.
Rektor juga menyampaikan sejumlah capaian UIA, termasuk akreditasi unggul untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah, serta raihan 10 penghargaan Kampus Terbaik Aceh 2026 dari Kopertais Wilayah V Aceh. UIA juga merencanakan pembukaan sejumlah program studi baru untuk memperluas pilihan pendidikan tinggi.
Selain prosesi pengukuhan, kampus memberikan penghargaan kepada sejumlah sivitas akademika berprestasi. Aulia Fitri, S.Sos., M.M., menerima hadiah ibadah umrah atas capaian akreditasi unggul; Ade Warni, M.Pd., atas publikasi jurnal terakreditasi; Zia Ulrahmah, S.Pd., sebagai hafizah 30 juz; serta Reza Afanur, M.Pd., atas prestasi dalam lomba melukis HUT ke-27 Kabupaten Bireuen.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin