06 Des 2025 | Dilihat: 181 Kali
Gubernur Jawa Timur Serahkan Bantuan 3,8 Miliar untuk Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir menerima secara simbolis donasi dan bantuan u tuk tanggap darurat korban banjir dan longsor dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Posko tanggap Darurat Aceh, Banda Aceh. | (Foto IJN)
IJN - Aceh Besar | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan senilai Rp3,8 miliar untuk penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sabtu 7 Desember 2025.
Bantuan yang diterima langsung oleh Sekda Aceh M. Nasir tersebut terdiri dari bantuan keuangan sebesar Rp 3 miliar dan bantuan barang senilai Rp 895 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah yang datang bersama Sekda Jawa Timur Adhy Karyono, tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu pagi. Ia disambut oleh Sekda Aceh M. Nasir. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Anggota DPRA Aiyub Abbas, Kalak BPBA Fadmi Ridwan, Kepala Biro Adpim Akkar Arafat, serta juru bicara Posko Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin.
Bantuan barang yang dibawa meliputi perlengkapan permakanan, alat masak, kebutuhan keluarga, perlengkapan bayi, serta alat kebersihan. Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten yang terdampak paling parah.
Khofifah turut menyampaikan bahwa Jawa Timur juga telah mengirim tim Tagana yang kini berada di Aceh Tamiang untuk mendukung penanganan darurat bersama Kementerian Sosial. Selain menyerahkan bantuan, Khofifah dijadwalkan meninjau langsung beberapa titik bencana di wilayah Pidie Jaya.
Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi atas solidaritas Pemerintah Jawa Timur. Menurutnya, dukungan lintas daerah sangat membantu mempercepat penanganan di lapangan dan meringankan beban masyarakat terdampak. “Setiap dukungan sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berjuang di tengah kondisi darurat ini,” ujar Nasir.
Sementara itu, Kalak BPBA Fadmi Ridwan melaporkan bahwa beberapa wilayah masih terisolir, termasuk kawasan Dataran Tinggi Gayo yang terdampak kerusakan akses jalan. Hingga kini, satu-satunya jalur yang memungkinkan untuk mencapai wilayah tersebut adalah transportasi udara.
Penulis : Ray
Editor : Muhammad Zairin