29 Jun 2026 | Dilihat: 56 Kali

Kemenkum Aceh Ingatkan Ancaman "Fatherless" dan Candu Gawai

noeh21
Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026. Foto. Ist
      
IJN - Banda Aceh | Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026.

Ada yang unik dalam upacara ini, seluruh jajaran kompak mengenakan wastra batik nusantara sebagai wujud pelestarian budaya.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kemenkum Aceh, Arabi. Bertindak sebagai inspektur upacara, Arabi membacakan langsung amanat tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji.

Dalam pidato yang dibacakan, Arabi memberikan sorotan tajam dan peringatan keras kepada para orang tua, khususnya para ayah di Indonesia. Di tengah gempuran era digital, fenomena fatherless country atau minimnya kehadiran psikologis seorang ayah menjadi ancaman nyata bagi moral anak.

"Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country di mana ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis. Kekosongan ini sering kali digantikan oleh musuh di dalam rumah, yaitu gawai,"ujar Arabi saat membacakan sambutan Menteri di halaman Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Senin 29 Juni 2026.

Arabi juga mengingatkan bahwa kelalaian pengasuhan dan absennya figur orang tua berdampak langsung pada meledaknya penyakit sosial saat ini. Mulai dari tawuran antarpelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga jeratan narkoba. Fenomena tersebut menjadi alarm darurat bahwa fungsi keluarga sedang mengalami malafungsi.

Olimpiade kemajuan teknologi di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dinilai merembet masuk tanpa permisi ke ruang keluarga lewat gawai. Oleh karena itu, para ayah didorong untuk mengambil peran aktif di rumah. 

"Wahai para ayah, letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar (screen time). Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar," tegasnya.

Selain masalah pola asuh, Ia juga menekankan pentingnya mengapitalisasi Bonus Demografi demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Kuncinya ada pada penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga: Kesehatan (penuntasan stunting), Pendidikan Karakter, dan Ketahanan Mental.

Keluarga ditegaskan bukan sekadar unit terkecil masyarakat, melainkan hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional.

"Kemajuan ekonomi dan infrastruktur yang megah tidak akan bermakna tanpa diimbangi oleh kualitas SDM yang bermoral dan bermental baja ," pungkas Arabi menutup pembacaan amanat.

Upacara Harganas ke-33 di lingkungan Kanwil Kemenkum Aceh ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat ketahanan keluarga masing-masing sebagai benteng pertahanan utama bangsa.






Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin