02 Nov 2026 | Dilihat: 29 Kali

Ketua IMKB Sebut Mukhlis Bupati Rakyat

noeh21
Bupati Bireuen, H. Mukhlis bersama tokoh masyarakat Bireuen yang berdomisili di Banda Aceh pada perayaan maulid yang dilaksanakan oleh IMKB di Asrama Haji, Banda Aceh. Foto : IJN /Amiruddin.
      
IJN - Banda Aceh | Ketua pertama Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) Banda Aceh, Drg. Saifuddin Ishak, menyebut Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST, sebagai sosok pemimpin yang berpihak kepada rakyat. 
 
Ia mengapresiasi komitmen Mukhlis menyumbangkan seluruh gajinya untuk anak yatim dan kaum duafa serta keberhasilannya mengawal penyelesaian pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum.
 
Apresiasi tersebut disampaikan Saifuddin dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar IMKB Banda Aceh di Asrama Haji, Minggu, 1 November 2026. 
 
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) itu menilai, komitmen menyumbangkan gaji dan perjuangan menyelesaikan jembatan merupakan bukti kepedulian pemimpin terhadap kepentingan masyarakat.
 
“Ketika orang berbicara di kedai kopi, memang hebat Bupati Bireuen. Itu adalah bupati rakyat, bupati yang memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya. 
 
Ia juga menilai penyelesaian Jembatan Krueng Tingkeum menjadi keberhasilan penting karena manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat Bireuen, tetapi juga pengguna jalan dari berbagai daerah, termasuk Banda Aceh dan Medan.
 
Saifuddin menegaskan, masyarakat Bireuen di Banda Aceh siap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
 
“Bila ada tantangan, itulah risikonya sebagai seorang pemimpin. Tantangan jangan dihindari. Kami siap dari Banda Aceh untuk membantu,” tegasnya.
 
Selain itu, ia mengajak keluarga besar IMKB memperkuat solidaritas dengan meneladani kebersamaan masyarakat Bireuen saat mendukung Persatuan Sepak Bola Bireuen (PSSB) pada masa kejayaannya.
 
Menurutnya, kekompakan dan dukungan masyarakat menjadi kekuatan besar yang juga perlu dibangun dalam organisasi IMKB.
 
Sementara itu, Bupati Bireuen Mukhlis mengajak masyarakat Bireuen di perantauan, khususnya para tokoh, akademisi dan pengusaha di Banda Aceh, untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
 
Ia menegaskan, kemajuan Bireuen tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat yang tinggal di kabupaten tersebut, tetapi juga membutuhkan gagasan dan sumbangsih putra-putri daerah di perantauan.
 
“Bireuen tidak hanya dibangun dari garis wilayah administratifnya, tetapi juga dibangun atas gagasan, sumbangsih, dan perhatian dari seluruh putra-putri terbaik Bireuen di mana pun berada,” kata Mukhlis.
 
Dalam kesempatan itu, Mukhlis juga memaparkan kondisi Bireuen pascabencana hidrometeorologi November 2025. Ia mengakui pemulihan masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan APBK dan belum terealisasinya seluruh bantuan yang diusulkan kepada pemerintah pusat.
 
Meski demikian, Pemkab Bireuen terus mengupayakan pemulihan secara bertahap dengan memprioritaskan akses jalan dan jembatan, penanganan warga terdampak, serta fasilitas publik.
 
Ia memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara berkesinambungan, transparan dan berkeadilan tanpa mengabaikan kawasan terdampak.
 
Mukhlis berharap dukungan diaspora tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi diwujudkan melalui gagasan, jejaring dan kontribusi nyata untuk mempercepat pemulihan serta pembangunan Bireuen.
 
Peringatan Maulid tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Bireuen di perantauan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. 
 
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas