02 Des 2025 | Dilihat: 428 Kali

Koordinator JaRI Aceh Sesalkan Pernyataan Kepala BNPB Terkait Bencana Banjir dan Longsor

noeh21
Koordinator Jaringan Rakyat dan Siap Siaga Indonesia (JaRI) Wilayah Aceh, Darwis. | (Foto IJN)
      
IJN - Aceh Besar | Koordinator Jaringan Rakyat dan Siap Siaga Indonesia (JaRI) Wilayah Aceh, Darwis Abes, sangat menyesalkan pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto yang menyatakan bahwa musibah banjir dan longsor Aceh dan Sumatera, Sumbar hanya mencekam di Medsos saja.
 
Padahal sampai saat ini hari ke enam bencana banjir yang terjadi mulai dari hari Rabu, 26/11 kemarin masih banyak daerah yang sama sekali belum tersentuh bantuan akibat tidak bisa di akses melalui jalur darat. 
 
"Ditambah lagi dengan lambannya evakuasi korban banjir yang berada di daerah terisolasi seperti sebagian wilayah Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo lues dan daerah lain," ujar Darwis Abes, Senin, 1 Desember 2025 di Banda Aceh.
 
Wilayah Aceh Tamiang Kecamatan Bendahara sampai hari ini, katanya, belum ada bantuan yang sampai ke Posko. Menurutnya di Posko hanya ada pisang dan pepaya mentah alias belum masak, minum dan masak hanya menggunakan air lumpur banjir. 
 
Kemudian kata Darwis, Kecamatan Bendahara juga ada dua titik pengungsi yang sama sekali tidak ada bantuan apalagi obat-obatan karena banyak pengungsi yang demam bahkan ada yang meninggal di tenda pengungsi. 
 
Darwis Abes mengharapkan kepada semua stakeholder khususnya pemerintah Pusat untuk segera meningkatkan Status Bencana Banjir Aceh dan Sumatera menjadi Status Darurat Nasional agar ada peluang untuk NGO ambil peran dalam mengatasi krisis yang terjadi saat ini.
 
"Sesuai dengan fakta lapangan malah tiga Bupati sudah menyerah karena begitu parah dampak dari Bencana ini," tandasnya. 
 
Penulis : Muhammad Zairin
Editor : Redaksi
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas